Tantangan Sensus Ekonomi 2026, Wawancara Youtuber Hingga Influencer agar Mau Jujur Sampaikan Informasi
Nantinya setiap petugas sensus bisa menggali informasi tentang jenis usaha rumahan dan usaha digital di tiap wilayah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menegaskan bahwa kegiatan Sensus Ekonomi akan dikerjakan di sejumlah kabupaten/kota dengan melihat analisa potensi pertumbuhan perekonomian kewilayahan. Para petugas diarahkan untuk mempertajam intuisi saat menggali informasi ke rumah-rumah penduduk.
Kepala BPS Jateng, Ali Said mengatakan, kegiatan petugas menggali informasi ke rumah penduduk menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Mengingat saat mewawancarai warga, mereka juga harus sanggup mengulik potensi penghasilan yang diperoleh si pemilik rumah.
Dengan bekal itu, kemampuan mewawancarai warga, nantinya setiap petugas sensus bisa menggali informasi tentang jenis usaha rumahan dan usaha digital di tiap wilayah.
"Tentu pelaksanaan Sensus Ekonomi tantangannya ada dua. Pertama sejauh mana petugas mampu menggali informasi usaha rumahan, usaha online. Karena semua bidang usaha, bisnis dan industri juga kita survei. Seperti sekarang ini banyak orang jadi Tiktoker, Youtubers, influencer, selebgram juga tetap mengikuti sensus. Maka tantangan selanjutnya bagaimana pelaku usaha berbasis teknologi ini mau jujur menyampaikan iinformasinya," kata Ali Said, Selasa (2/6).
Dia menyebut, pelaksanaan survei untuk kebutuhan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan di wilayah Jawa Tengah mulai 15 Juni 2026 dengan 36.000 petugas survei yang telah direkrut di area 35 kabupaten/kota.
"Kami telah merekrut petugas sensus sebanyak 36 ribuan. Syaratnya mereka wajib punya handphone dengan speak tertentu, posisinya bukan ASN, bukan PPPK. Bersedia meneken pakta integritas dan bersedia menjalankan tugasnya selama 2,5 bulan," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi, setiap petugas wajib membawa telepon genggam yang telah dilengkapi aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Aplikasi CAPI digunakan untuk menginput data-data penduduk. Mulai dari informasi jumlah kepala keluarga, aktivitas harian termasuk penghasilan dan potensi usaha yang dimiliki setiap penduduk.
"Data yang dikumpulkan dari survei ini tujuannya untuk membangun basis pertumbuhan perekonomian. Jadi pelaksanaan sensusnya bervariasi antara 30 menit sampai sejam," jelasnya.
Pertajam Intuisi
Nantinya masing-masing petugas sudah diarahkan untuk mempertajam intuisi saat menggali informasi ke rumah-rumah penduduk. Pihaknya mengungkapkan setiap warga dan pelaku usaha tidak perlu khawatir ketika didatangi petugas sensus.
Sebab pihaknya telah membekali petugas sensus dengan kode etik, kemampuan berkomunikasi yang baik serta melengkapi petugas dengan tanda pengenal resmi berupa rompi disertai bet berlogo BPS.
Sebaran petugas sensus pun nantinya bervariasi dengan melihat cakupan jumlah penduduk tiap kabupaten/kota. Untuk jumlah petugas sensus terbanyak, katanya berada di Kabupaten Brebes sebanyak 1.600 orang.
"Tiap kabupaten kota jumlah petugas bervariasi. Di Brebes paling banyak ada 1.600 orang karena daerahnya sangat luas. Terus di Kota Semarang juga lumayan banyak," ujarnya.
Setiap petugas bergerak melakukan sensus dengan dibekali surat tugas dari BPS, pakai rompi yang dilengkapi bet BPS. Dengan rentang waktu 2,5 bulan bertugas membutuhkan dedikasi sepenuh hati.
"Kami akan memulai Sensus Ekonomi tanggal 15 Juni. Berakhirnya kisaran Agustus atau September," pungkas Ali.