BPS Palembang Targetkan Pendataan E-commerce Akurat pada Sensus Ekonomi 2026
BPS Palembang berupaya mendata seluruh pelaku e-commerce dalam Sensus Ekonomi 2026 Palembang untuk akurasi pertumbuhan ekonomi daerah dan potensi bisnis digital.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, Sumatera Selatan, menargetkan pendataan akurat terhadap seluruh pelaku usaha e-commerce atau toko daring dalam Sensus Ekonomi 2026. Langkah strategis ini akan dimulai pada bulan Mei mendatang, sebagai upaya untuk mencakup seluruh aktivitas ekonomi di kota tersebut.
Kepala BPS Palembang, Edi Subeno, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pendataan ini adalah memastikan kontribusi nyata aktivitas ekonomi, termasuk yang berbasis digital, dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi daerah. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai lanskap ekonomi Palembang.
Pendataan ini menjadi krusial mengingat pesatnya perkembangan ekonomi digital dan peran signifikan pelaku usaha daring. BPS mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan akurat saat petugas sensus datang, demi keberhasilan program nasional ini.
Tantangan Pendataan Pelaku Usaha Daring
Salah satu tantangan utama yang dihadapi BPS Palembang dalam mendata pelaku toko daring adalah lokasi usaha mereka yang mayoritas berada di dalam rumah. Kondisi ini sering kali membuat keberadaan mereka tidak terdeteksi dalam sensus konvensional yang dilakukan sebelumnya.
Edi Subeno mengakui bahwa menyisir seluruh pelaku e-commerce memiliki tantangan tersendiri, namun pendataan ini sangat krusial. "Pelaku toko daring di Kota Palembang biasanya beroperasi dari rumah, sehingga sulit diketahui secara langsung," ujar Edi.
Oleh karena itu, pada Sensus Ekonomi 2026, BPS Palembang akan menerapkan sistem pengumpulan data yang lebih komprehensif. Pendekatan baru ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha digital yang sebelumnya luput dari pendataan.
Strategi BPS Palembang untuk Akurasi Data
Untuk mencapai target pendataan yang akurat, BPS Palembang akan menyisir seluruh skala usaha, mulai dari sektor mikro, kecil, menengah, hingga besar. Ini menunjukkan komitmen BPS untuk tidak meninggalkan satu pun segmen usaha dalam sensus kali ini.
Setelah tahap awal di bulan Mei, petugas BPS akan melanjutkan pendataan secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) pada bulan Juni. Metode ini akan digunakan untuk memvalidasi data warga yang telah terkumpul, memastikan keakuratan dan kelengkapan informasi.
Partisipasi aktif dan kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi sangat dibutuhkan untuk kesuksesan sensus ini. Data yang valid akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
Dampak Pendataan E-commerce terhadap Ekonomi Palembang
Pendataan pelaku usaha daring yang baik dan akurat memiliki potensi besar untuk mengungkap "kue" perekonomian Kota Palembang yang lebih besar. Hal ini tentu akan memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan di masa mendatang.
Saat ini, performa ekonomi Kota Palembang terpantau positif. Berdasarkan hasil data Triwulan III Tahun 2025, ekonomi kota ini tumbuh sebesar 5,82 persen. Pertumbuhan ini didorong secara konsisten oleh penyelenggaraan berbagai acara atau event besar yang terlaksana di Palembang.
Dengan terdatanya seluruh pelaku e-commerce, pemerintah daerah akan memiliki data yang lebih lengkap untuk menganalisis potensi ekonomi digital. Informasi ini krusial untuk pengembangan kebijakan yang mendukung ekosistem bisnis daring, serta menarik investasi.
Sumber: AntaraNews