Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi utama perencanaan dan evaluasi kebijakan daerah. Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, menyatakan bahwa pembangunan yang tepat sasaran sangat bergantung pada ketersediaan data ekonomi yang akurat. Ini menjadi panduan krusial bagi pengambilan keputusan di tingkat lokal maupun nasional.
Sensus yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali ini diharapkan mampu memotret utuh aktivitas ekonomi di seluruh Lampung. Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa tanpa data yang valid, kebijakan hanyalah dugaan semata. Oleh karena itu, partisipasi aktif dunia usaha sangat diharapkan untuk menyukseskan pendataan ini.
Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 direncanakan berlangsung pada Mei, Juni, dan Juli 2026. Petugas BPS akan mengunjungi pelaku usaha secara langsung atau melalui sistem daring. Kerahasiaan data individu dijamin, hanya data agregat yang akan dipublikasikan.
Advertisement
Advertisement
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, menjelaskan bahwa kemampuan merencanakan pembangunan yang efektif sangat bergantung pada data ekonomi yang mutakhir. Sensus Ekonomi 2026 menjadi alat vital untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat. Ini membantu menghindari asumsi yang tidak tepat dalam alokasi sumber daya.
Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator dalam proses pendataan ini. Dunia usaha, sebagai penyedia data dan pelaku utama ekonomi, diharapkan memberikan informasi secara terbuka dan jujur. Kolaborasi ini penting untuk mendorong pembangunan ekonomi Lampung yang inklusif dan berdaya saing.
Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam konteks ini. Peran tiga pilar strategis, yaitu SDI untuk data terpadu, SPBE untuk pelayanan digital, dan Lampung-In sebagai implementasi digitalisasi daerah, akan mendukung Sensus Ekonomi 2026. Ini menunjukkan komitmen Lampung terhadap penggunaan teknologi dalam pembangunan.
Advertisement
Advertisement
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa pembangunan yang efektif tidak akan terwujud tanpa dukungan data yang valid. Ia menyebut data sebagai "mata uang baru" di era modern ini. Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghadirkan gambaran lengkap aktivitas ekonomi di seluruh Lampung, mulai dari usaha mikro hingga industri besar.
Pendataan lapangan akan dilakukan BPS pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2026. Petugas akan mendatangi pelaku usaha, baik secara langsung maupun melalui platform daring, untuk mengumpulkan informasi. Proses ini dirancang untuk mencakup seluruh spektrum kegiatan ekonomi di provinsi tersebut.
BPS menjamin prinsip kerahasiaan data individu akan dipegang teguh. Data yang dipublikasikan nantinya adalah data agregat, bukan informasi perorangan, sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir. Ahmadriswan menyatakan, "Kami optimistis dengan semangat kolaborasi semua pihak, Sensus Ekonomi 2026 di Lampung akan berjalan sukses dan berkontribusi terhadap terwujudnya visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.”
Advertisement
Hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga bagi pelaku usaha itu sendiri. Data ini dapat menjadi sumber informasi berharga untuk menyusun strategi usaha yang lebih baik. Pelaku usaha dapat memahami tren pasar, mengidentifikasi peluang bisnis baru, dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Sumber: AntaraNews