Telan Anggaran Rp1,3 Triliun, BPS akan Lakukan Sensus Ekonomi 2026
Kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sejak 1986 ini akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar Sensus Ekonomi 2026, survei ke-5 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sejak 1986. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026.
Sekretaris Utama BPS, Zulkipli mengatakan, melalui Sensus Ekonomi 2026 pihaknya bakal memetakan kondisi terkini perekonomian nasional, termasuk berbagai perubahan yang terjadi pasca pandemi Covid-19.
"Dengan pelaksanaan sensus ini kita akan mengetahui dari level yang terkecil sampai dengan level yang terbesar, terkait perkembangan ekonomi yang sekarang terjadi. Sehingga banyak hal nantinya akan kita dapatkan dari hasil Sensus Ekonomi ini," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Siapkan Anggaran Rp 1,3 Triliun
Dalam pelaksanaannya, BPS menyiapkan anggaran lebih kecil dari kegiatan serupa yang digelar pada 2016 lalu, yang menghabiskan sekitar Rp 2,4 triliun.
"Kalau saya tidak salah itu sekitar Rp 1,3 triliun untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," imbuhnya.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS akan melacak data-data terkait dengan karakteristik pelaku usaha saat ini, baik di level usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pengusaha besar.
"Jadi profil perusahaan seperti apa, kemudian bagaimana perkembangan yang dilakukan oleh perusahaan itu. Kemudian juga kita akan menanyakan aktivitas dari omsetnya seperti apa. Sehingga kita juga nanti akan bisa melihat margin yang kita dapatkan dari perkembangan perusahaan itu sendiri," bebernya.
"Kemudian juga akan ada pertanyaan terkait dengan penggunaan ekonomi hijau di dalamnya. Jadi cukup banyak pertanyaan yang akan disampaikan," kata Zulkipli.
Rekrut Masyarakat Umum hingga Mahasiswa
BPS bakal turut merekrut petugas Sensus Ekonomi 2026 dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat umum, mahasiswa Politeknik Statitiska STIS, hingga pegawai organik BPS.
"Kita sudah sampaikan bahwa seluruh mahasiswa yang ada di STIS itu akan ikut serta dalam pelaksanaannya. Kemudian organik-organik di seluruh Indonesia itu akan ikut serta," ungkap dia.
"Dan juga tadi masyarakat yang selama ini menjadi mitra BPS, itu pasti akan digunakan dalam pelaksanaannya," kata Zulkipli menambahkan.