Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mengerahkan ribuan petugas lapangan guna memastikan data Sensus Ekonomi 2026 akurat dan komprehensif. Pembaca akan mengetahui pentingnya peran mereka.
BPS NTB memastikan proses Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 berjalan transparan dan objektif tanpa jalur khusus, demi menjamin kualitas data pembangunan daerah.
Nusa Tenggara Barat mencatat lonjakan pertumbuhan ekonomi sebesar 13,64 persen pada Triwulan I 2026, menempatkannya di posisi kedua nasional. DPRD mengapresiasi kinerja Pemprov NTB dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTB yang signifikan ini.
Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah menegaskan Desa Cantik adalah fondasi utama pembangunan yang tepat sasaran. Akurasi data statistik menjadi kunci kebijakan publik yang berdampak positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat mencatat kenaikan harga komoditas pangan, terutama cabai dan tomat, menjadi pemicu utama inflasi NTB Maret 2026, meskipun ada upaya intervensi pasar.
Aktivitas panen raya komoditas padi dan jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2026 berkontribusi terhadap penurunan nilai tukar petani. BPS NTB menjelaskan fenomena ini, meski nilai tukar masih di atas angka 100.
Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat lonjakan nilai ekspor yang fantastis pada Februari 2026, dengan ekspor tembaga menjadi penyumbang utama yang mendominasi lebih dari separuh total penjualan luar negeri.
Pengentasan Kemiskinan NTB menunjukkan tren positif, namun garis kemiskinan terus naik. Pemprov NTB berinovasi dengan Gerakan Desa Berdaya dan menghadapi paradoks kemiskinan kota yang melampaui desa.
Durasi hunian hotel yang singkat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menimbulkan dampak serius bagi ekonomi dan keberlanjutan pariwisata. Apa saja ancaman jangka panjang dari tren ini dan bagaimana mengatasinya?
Kepala Biro Ekonomi Pemprov NTB mengumumkan Pertumbuhan Ekonomi NTB triwulan III 2025 menunjukkan sinyal positif, melompat signifikan dari kontraksi. Apa pemicu kenaikan ini?
Pertumbuhan Ekonomi NTB pada Kuartal III 2025 melonjak 2,82 persen secara tahunan, didorong kuat oleh kinerja industri pengolahan yang berbalik positif setelah dua kuartal kontraksi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) memprediksi kenaikan signifikan pada produksi beras NTB tahun 2025, mencapai 965,64 ribu ton, yang patut dinantikan dampaknya bagi ketahanan pangan.