BPS Kick-Off Sensus Ekonomi 2026
BPS memulai publikasi Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Mei–Juli 2026. Data ekonomi digital, UMKM, hingga ekonomi hijau menjadi fokus utama sensus.
Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai rangkaian publikasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan kick-off di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) sebagai bagian dari koordinasi komunikasi pemerintah dalam agenda strategis nasional.
Sekretaris Utama BPS Zulkipli menyampaikan bahwa SE2026 dirancang untuk menyediakan berbagai data penting bagi pemerintah, pelaku usaha, media, hingga akademisi.
"Selain informasi terkait karakteristik usaha, SE2026 juga memperluas cakupan informasi dengan memotret ekonomi digital, ekonomi lingkungan, dan ekonomi kreatif guna menjawab dinamika serta tantangan transformasi ekonomi modern," ujarnya.
Menurut dia, data sensus tersebut akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan, pengembangan usaha, hingga advokasi sektor industri dan investasi.
"SE2026 menyediakan data lengkap untuk advokasi kepentingan anggota secara berbasis bukti. Data yang dihasilkan akan menjadi referensi dalam merancang kebijakan industri, investasi, UMKM, ekonomi digital, hingga ekonomi hijau," paparnya.
BPS juga mengajak berbagai pihak, termasuk media massa, komunitas, asosiasi usaha, dan kementerian/lembaga untuk membantu sosialisasi SE2026.
"Kami mengajak Bapak/Ibu untuk menjadi communication multiplier yang memperluas gaung SE2026 kepada jutaan pelaku usaha. Bagi asosiasi, ini adalah kesempatan emas untuk memastikan bahwa kondisi anggotanya benar-benar tercermin dalam data nasional. Bagi kementerian/lembaga, ini adalah momentum memperkuat kebijakan berbasis data," tuturnya.
Sensus Ekonomi Kelima Sejak 1986
Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilakukan setiap sepuluh tahun sejak 1986. Kegiatan pengumpulan data direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026.
Zulkipli mengatakan sensus ini akan memetakan kondisi ekonomi nasional dari skala usaha mikro hingga perusahaan besar, termasuk perubahan yang terjadi setelah pandemi Covid-19.
"Dengan pelaksanaan sensus ini kita akan mengetahui dari level yang terkecil sampai dengan level yang terbesar, terkait perkembangan ekonomi yang sekarang terjadi. Sehingga banyak hal nantinya akan kita dapatkan dari hasil Sensus Ekonomi ini," ujarnya.