Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor baru-baru ini menyoroti peran vital sensus ekonomi dalam pembangunan ketenagakerjaan nasional. Pernyataan penting ini disampaikan Wamenaker Ferry di Jakarta, menegaskan bahwa data statistik adalah fondasi utama. Sensus ekonomi menjadi kunci untuk perencanaan dan pengembangan tenaga kerja yang lebih baik.
Menurut Afriansyah, pelaksanaan sensus ekonomi memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur pembangunan ekonomi. Informasi ini sangat krusial untuk merancang strategi ketenagakerjaan yang efektif dan berkelanjutan. Sensus juga membantu memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Dalam keterangannya pada Minggu (28/9), Wamenaker Ferry menjelaskan bahwa di era transformasi digital, statistik harus adaptif dan inklusif. Data yang terpadu tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga menghasilkan wawasan yang berdampak signifikan. Hal ini penting untuk kemajuan bangsa, terutama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Advertisement
Advertisement
Informasi yang diperoleh dari sensus ekonomi tidak hanya mencatat aktivitas produksi dan distribusi di berbagai sektor. Lebih dari itu, data ini juga berfungsi untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara spesifik. Pemetaan ini krusial untuk memahami dinamika pasar kerja dan potensi kekurangan atau kelebihan tenaga kerja di area tertentu.
Dengan demikian, hasil dari sensus ekonomi menjadi pijakan strategis yang sangat kuat dalam merancang berbagai kebijakan ketenagakerjaan. Kebijakan ini mencakup berbagai aspek penting yang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Perumusan kebijakan menjadi lebih terarah dan berbasis data yang akurat.
Kebijakan yang dapat dirancang berdasarkan data sensus antara lain peningkatan keterampilan angkatan kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, penguatan kewirausahaan juga menjadi fokus untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mandiri. Perluasan kesempatan kerja yang selaras dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global juga dapat diwujudkan.
Advertisement
Wamenaker Ferry menegaskan, "Seperti peningkatan keterampilan, penguatan kewirausahaan, dan perluasan kesempatan kerja yang selaras dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara data sensus dan implementasi kebijakan.
Advertisement
Di era transformasi digital saat ini, tuntutan terhadap statistik semakin besar untuk menjadi lebih adaptif, inklusif, dan real-time. Keterpaduan data menjadi kunci utama agar informasi yang dihasilkan tidak hanya berupa angka-angka mentah. Namun, data tersebut harus mampu memberikan insight yang mendalam dan berdampak nyata bagi pembangunan.
Pada momen Hari Statistik Nasional 2025, Wamenaker Afriansyah Noor mengajak seluruh insan statistik, baik di pusat maupun daerah, untuk menjadikan statistik sebagai bahasa pembangunan. Ia menekankan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Setiap data yang diolah harus memiliki dampak nyata bagi kemajuan bangsa.
Wamenaker Ferry menambahkan bahwa data ketenagakerjaan yang akurat memiliki peran penting dalam mendorong penciptaan tenaga kerja. Ini termasuk tenaga kerja hijau yang ramah lingkungan, tenaga kerja produktif yang efisien, dan tenaga kerja kompeten yang memiliki keahlian relevan. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan.
Advertisement
Penciptaan tenaga kerja berkualitas ini juga merupakan bagian integral dari upaya mencapai visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan data yang solid, pemerintah dapat merumuskan program yang tepat sasaran. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Sumber: AntaraNews