Bukan Sekadar Religi: STQH Nasional ke-28 di Kendari Diprediksi Tingkatkan Ekonomi Sultra
Kementerian Agama RI menyatakan STQH Nasional ke-28 di Kendari tak hanya kegiatan religi, namun juga berpotensi besar mendorong peningkatan ekonomi Sultra. Bagaimana dampaknya?
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menegaskan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 di Kendari, Sulawesi Tenggara, bukan hanya ajang religi semata. Acara dua tahunan ini juga diharapkan mampu menjadi pendorong signifikan bagi peningkatan perekonomian lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Prof. Abu Rokhmad, pada malam ta'aruf STQH di Rumah Jabatan Gubernur Sultra. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk semakin mendekatkan diri dengan ajaran Islam.
Diselenggarakan mulai 11 hingga 19 Oktober, STQH Nasional ke-28 ini akan dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta. Kehadiran kafilah dari 38 provinsi, dewan hakim, dan perwakilan pemerintah daerah diharapkan membawa dampak positif bagi berbagai sektor ekonomi di wilayah tersebut.
Dampak Ekonomi Multisektor dari STQH Nasional
Prof. Abu Rokhmad dalam keterangannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan STQH Nasional ke-28 di Kendari memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan kehadiran ribuan orang, perputaran uang di sektor lokal akan meningkat secara signifikan.
Jumlah peserta yang masif ini secara otomatis akan menggerakkan sektor akomodasi dan transportasi. Hotel, homestay, dan rumah makan di Kendari akan menerima lonjakan permintaan yang signifikan selama periode acara berlangsung.
"Termasuk misalnya pemberdayaan UMKM lokal, promosi destinasi wisata sehingga bisa memberikan dampak ekonomi multi sektor," ungkap Abu Rokhmad, menyoroti potensi luasnya. Hal ini menunjukkan bahwa STQH bukan hanya tentang spiritualitas, tetapi juga kemajuan ekonomi.
STQH Nasional sebagai Penguat Sinergi dan Syiar Islam
Momen malam Ta'aruf STQH Nasional 2025 ini juga menjadi penanda awal terciptanya sinergi kuat antara berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terjalin erat demi kesuksesan acara.
Selain sebagai ajang kompetisi, STQH ini juga menjadi wadah penting bagi para peserta untuk menjalin silaturahmi. Mereka dapat bertukar ilmu dan pengalaman dalam mendalami serta mengamalkan nilai-nilai kitab suci Al-Quran.
"Agar syiar dan wahyu ilahi terus hidup dalam denyut kebudayaan bangsa dan negara kita," jelas Abu Rokhmad. Ini menegaskan bahwa STQH berperan vital dalam melestarikan ajaran Islam di tengah masyarakat.
Untuk diketahui, pelaksanaan STQH Nasional di Kendari akan mempertandingkan empat cabang perlombaan utama. Cabang-cabang tersebut meliputi Seni Baca Al Quran, Hafalan Al Quran, Tafsir Al Quran, dan Musabaqah Al Hadis, menarik minat banyak qari dan hafiz.
Sumber: AntaraNews