Kemenag Apresiasi Baksos Walubi di Borobudur: Perkuat Moderasi Beragama Jelang Waisak 2026
Kementerian Agama (Kemenag) menilai bakti sosial (baksos) kesehatan yang diselenggarakan Walubi di Candi Borobudur selaras dengan program prioritas moderasi beragama, menunjukkan praktik nyata kemanusiaan menjelang Waisak 2026.
Kementerian Agama (Kemenag) memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan bakti sosial (baksos) kesehatan yang diselenggarakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dinilai sangat selaras dengan program prioritas Kemenag, yaitu penguatan moderasi beragama. Baksos kesehatan ini berlangsung pada tanggal 23 hingga 24 Mei 2026, menjelang perayaan Waisak 2026.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, Supriyadi, menjelaskan bahwa salah satu indikator keselarasan tersebut adalah kegiatan ini mengedepankan nilai kemanusiaan dan kemaslahatan bagi seluruh umat, tanpa memandang latar belakang. Inisiatif mulia ini membuka pintu layanan kesehatan selebar-lebarnya bagi siapa saja yang membutuhkan, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Supriyadi berharap agar warga yang telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dapat segera kembali ke rumah masing-masing dengan kondisi yang sehat dan penuh kebahagiaan. Kemenag menyambut baik konsistensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Walubi bersama seluruh lembaga dan majelis anggotanya yang terus memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti ini.
Sinergi Kemanusiaan dan Moderasi Beragama
Pernyataan Supriyadi menegaskan bahwa baksos kesehatan Walubi merupakan wujud nyata dari moderasi beragama yang diusung Kemenag. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, melainkan juga menerjemahkannya dalam tindakan konkret yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini membuktikan bahwa agama memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.
Walubi secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara, termasuk melalui baksos kesehatan gratis ini. Kegiatan yang tidak membeda-bedakan latar belakang penerima manfaat ini menjadi contoh bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diimplementasikan untuk kebaikan bersama. Ini adalah praktik nyata dari ajaran agama yang membawa dampak positif.
Supriyadi menambahkan bahwa kegiatan semacam ini mencerminkan bahwa agama tidak hanya dimaknai sebagai teori spiritual belaka, tetapi juga terwujud dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kolaborasi lintas agama dalam baksos ini semakin memperkuat pesan moderasi beragama dan persatuan Indonesia.
Tradisi Mulia Walubi Jelang Waisak
Ketua Umum DPP Walubi, Siti Hartati Murdaya, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Waisak Nasional selalu diawali dengan kegiatan mulia, mulai dari pembersihan dan tabur bunga di makam pahlawan di seluruh daerah kepengurusan Walubi, hingga puncaknya adalah pelayanan kesehatan gratis. Ini adalah tradisi yang terus dijaga Walubi.
Mengenai baksos kesehatan, Siti Hartati Murdaya menyampaikan bahwa ini merupakan tradisi panjang dengan kualitas yang terus dijaga demi memberikan karma baik dan kebahagiaan sesama makhluk hidup. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, manajemen PT Taman Wisata Candi, serta jajaran tim medis dan relawan.
Para relawan yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang agama, seperti Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha, yang melebur dalam semangat gotong royong melalui kegiatan tersebut. Kolaborasi masif ini melibatkan institusi besar seperti Rumah Sakit Suci Paramita, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RS Tentara dr. Soedjono Magelang, RS Moestopo, PDGI, Perdami Jateng, serta sejumlah universitas ternama seperti UGM dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Skala Pelayanan dan Makna Waisak
Untuk memastikan 10.000 pasien mendapatkan pelayanan secara optimal, Walubi mengerahkan total 1.646 personel. Tim ini terdiri atas 237 dokter yang mencakup dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis bedah, serta 16 dokter spesialis multidisiplin (anestesi, THT, obgyn, anak, kejiwaan, kulit dan kelamin/DVE, paru, akupunktur, dan orthopedi). Selain itu, terdapat 309 paramedis yang siap melayani.
Perayaan Waisak tahun ini jatuh pada tanggal 31 Mei 2026. Waisak adalah perayaan atas tiga peristiwa penting bagi umat Buddha, yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sidharta mencapai pencerahan sempurna sebagai Sang Buddha, dan Buddha Gautama parinibana atau mangkat. Momen ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan ajaran Buddha.
Candi Borobudur, yang bercorak Buddha, dipilih sebagai lokasi baksos dan perayaan Waisak. Candi megah ini dibangun sekitar abad VIII pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, di kawasan antara Kali Elo dan Progo, Kabupaten Magelang, dan menjadi simbol penting bagi umat Buddha.
Sumber: AntaraNews