Tahukah Anda? 38 Provinsi Ikuti Pawai Taaruf STQH Nasional Kendari, Kemenag Lepas Kendaraan Hias Meriah!

Kementerian Agama RI resmi melepas Pawai Taaruf STQH Nasional Kendari ke-28 di Sultra, diikuti 38 provinsi dan kendaraan hias, menjadi syiar Al Quran dan pemersatu bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? 38 Provinsi Ikuti Pawai Taaruf STQH Nasional Kendari, Kemenag Lepas Kendaraan Hias Meriah!
Kementerian Agama RI resmi melepas Pawai Taaruf STQH Nasional Kendari ke-28 di Sultra, diikuti 38 provinsi dan kendaraan hias, menjadi syiar Al Quran dan pemersatu bangsa. (AntaraNews)

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) secara resmi melepas Pawai Taaruf dan Kendaraan Hias Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 tahun 2025. Acara meriah ini diselenggarakan di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu, 11 Oktober, dengan tujuan utama sebagai syiar kitab suci Al Quran dan semangat keagamaan.

Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa pawai taaruf ini diikuti oleh kafilah dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Rute pawai dimulai dari Masjid Al Kautsar dan berakhir di kawasan eks MTQ Kendari, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi.

Selain pawai taaruf, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pawai kendaraan hias yang melibatkan 30 kendaraan dari 19 provinsi. Pawai kendaraan hias ini memulai perjalanannya dari Lapangan Benu-Benua dan berakhir di Masjid Al Kautsar Kendari, menyajikan pemandangan yang indah dan penuh makna bagi masyarakat.

Semarak Pawai Taaruf dan Kendaraan Hias

Pawai taaruf yang dilepas oleh Kemenag RI ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian STQH Nasional ke-28. Keikutsertaan 38 provinsi dari Sabang sampai Merauke dalam pawai taaruf ini menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan umat Islam di Indonesia.

Abu Rokhmad menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka. "Pawai ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga cerminan bagaimana nilai-nilai kitab suci dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai inspirasi bagi masyarakat.

Sementara itu, pawai kendaraan hias turut menambah semarak acara dengan partisipasi dari 19 provinsi dan 10 kabupaten/kota di Sultra. Keberagaman budaya dan identitas daerah yang ditampilkan melalui kendaraan hias ini menjadi representasi keindahan bangsa Indonesia.

Masyarakat yang hadir dapat menyaksikan langsung keindahan dan keanekaragaman bangsa Indonesia melalui nilai-nilai Islam yang diusung dalam kegiatan pawai taaruf dan kendaraan hias ini. Hal ini sejalan dengan harapan Kemenag untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Misi Persatuan dan Syiar Keagamaan

Penyelenggaraan Pawai Taaruf STQH Nasional Kendari memiliki misi yang lebih luas, yakni sebagai sarana syiar Al Quran dan penguatan semangat keagamaan. Kemenag berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Abu Rokhmad juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan STQH dapat berjalan dengan lancar dan memberikan prestasi terbaik bagi para peserta. "Semoga STQH bisa berjalan dengan lancar, sukses dari segi pelaksanaannya dan juga prestasinya," kata Abu Rokhmad, menunjukkan komitmen Kemenag terhadap kualitas acara.

Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan acara berskala nasional ini.

Provinsi yang berpartisipasi dalam pawai kendaraan hias meliputi: DKI Jakarta, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Banten, Aceh, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, Sulawesi Tengah, Papua, Jawa Tengah, Papua Barat, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah. Selain itu, 10 kabupaten dan kota di Sultra juga turut memeriahkan, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Buton Selatan, Buton Tengah, Muna Barat, Wakatobi, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, dan Konawe Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi