Wow! UMKM Kendari Raup Jutaan Rupiah Sehari di STQH Nasional, Bukti Ekonomi Bangkit
Pelaku UMKM Kendari sukses meraup jutaan rupiah per hari selama perhelatan STQH Nasional Ke-28, menunjukkan dampak positif bagi perekonomian lokal dan UMKM Kendari.
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pangan olahan di Kota Kendari berhasil meraup keuntungan signifikan. Mereka mencatat pendapatan hingga jutaan rupiah per hari selama ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional Ke-28. Perhelatan akbar ini berlangsung di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dampak positif kegiatan nasional terhadap perekonomian lokal. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdagkop-UMKM) Kota Kendari, Syarifuddin, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menyatakan bahwa STQH Nasional telah menjadi tolak ukur kesuksesan peningkatan ekonomi Sultra.
Salah satu UMKM yang merasakan langsung manfaatnya adalah BeKape, yang dimiliki oleh Intan. Ia melaporkan keuntungan mencapai Rp3,9 juta dalam satu hari. Produk-produk khas Sultra seperti Sagumi dan Kripik Mete menjadi daya tarik utama bagi para kafilah.
Dampak Positif STQH Nasional bagi Perekonomian Kendari
Syarifuddin, Kepala Perdagkop-UMKM Kota Kendari, menjelaskan bahwa STQH Nasional membawa dampak baik. Perhelatan ini secara signifikan mendorong perekonomian daerah. Terutama bagi para pelaku UMKM di Kendari.
Indikator kesuksesan STQH di Kendari salah satunya adalah peningkatan pendapatan UMKM. Baik sektor olahan pangan maupun kerajinan tenunan, target ini tercapai. Kepuasan kafilah dari luar kota juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah Kota Kendari berkomitmen melibatkan UMKM dalam setiap kegiatan regional dan nasional. Pemberdayaan UMKM bertujuan memperluas akses pasar produk khas Kendari. Hal ini juga untuk meningkatkan pengenalan produk kepada masyarakat luas.
Kisah Sukses UMKM BeKape: Raup Jutaan Rupiah Harian
Intan, pemilik UMKM BeKape, membagikan pengalaman suksesnya selama STQH Nasional. Ia berhasil meraup keuntungan harian yang fantastis. Pendapatan tertinggi mencapai Rp3,9 juta dalam satu hari.
Intan menjajakan aneka pangan lokal di lobi Hotel Claro Kendari, tempat menginap para tamu STQH. Produk yang ditawarkan meliputi Sagumi, Bekape kacang disko, Kripik mete, dan olahan cokelat. Semua produk ini memiliki sertifikasi dari Disperindag.
Rata-rata keuntungan harian Intan mencapai tiga juta rupiah selama empat hari berturut-turut. Angka ini merupakan pendapatan terbesar yang pernah ia peroleh dari berbagai pameran. Mayoritas pembeli adalah tamu Hotel Claro dan peserta STQH.
Produk-produk khas Sultra dengan harga bervariasi dari Rp18 ribu hingga Rp28 ribu sangat diminati. Intan mengapresiasi dukungan dari Hotel Claro dan Pemkot Kendari. Mereka menyediakan tempat berjualan tanpa memungut bagi hasil.
Perluasan Jangkauan Pasar Produk UMKM Kendari
Selain di Hotel Claro, produk pangan olahan UMKM Kendari juga dipasarkan di area pameran STQH. Lokasi pameran ini berada di Tugu Religi MTQ. Hal ini memperluas jangkauan pembeli potensial.
Sebelum STQH Nasional, produk UMKM sering dititipkan di warung makan dan toko-toko lokal. Pesanan juga datang saat pameran UMKM lainnya digelar. Namun, keuntungan dari STQH jauh melampaui pendapatan sebelumnya.
Keuntungan yang didapat UMKM dari kegiatan seperti STQH Nasional menunjukkan potensi besar. Ini adalah peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal secara signifikan. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting.
Sumber: AntaraNews