BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Sultra Disertai Angin Kencang hingga 13 Juni 2026
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat Sultra yang dapat disertai guntur dan angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara hingga 13 Juni 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terh
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari memprakirakan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Prakiraan ini mencakup hujan lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang. Fenomena cuaca ini diperkirakan berlangsung dari 7 hingga 13 Juni 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif di wilayah Sultra.
Adanya massa udara basah di lapisan rendah atmosfer serta indeks labilitas kuat skala lokal juga berkontribusi pada kondisi ini. Konsentrasi faktor-faktor tersebut di wilayah Sulawesi Tenggara dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Penyebab dan Pemicu Cuaca Ekstrem di Sultra
Potensi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari ini memiliki beberapa pemicu utama. Salah satunya adalah suhu permukaan laut yang hangat, yang ditunjukkan dengan anomali positif di perairan sekitar Sulawesi Tenggara. Kondisi ini mendukung peningkatan penguapan dan pasokan uap air ke atmosfer.
Selain itu, keberadaan massa udara basah di lapisan rendah atmosfer turut memperkuat potensi pembentukan awan hujan. Massa udara basah ini menyediakan bahan bakar yang cukup untuk proses konveksi. Faizal Habibie juga menyoroti indeks labilitas kuat skala lokal yang terkonsentrasi di wilayah Sultra sebagai faktor penting.
Gabungan dari faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil. Hal ini mempermudah terbentuknya awan Cumulonimbus, yang seringkali menjadi penyebab hujan lebat, guntur, dan angin kencang. Masyarakat diimbau untuk memahami penyebab ini guna meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya.
Rincian Wilayah Terdampak Hujan Lebat Sultra (9-11 Juni)
Meskipun potensi cuaca ekstrem telah diprediksi, BMKG mencatat bahwa pada tanggal 7 dan 8 Juni 2026, seluruh wilayah Sultra diperkirakan nihil dari potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini memberikan sedikit jeda sebelum peningkatan intensitas cuaca.
Potensi cuaca ekstrem baru akan mulai melanda pada tanggal 9 Juni, dengan Kabupaten Kolaka Utara menjadi wilayah pertama yang diperkirakan terdampak. Selanjutnya, pada 10 Juni, potensi hujan lebat Sultra akan meluas ke beberapa daerah lain. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Selatan, dan Kota Kendari.
Pada tanggal 11 Juni 2026, prakiraan cuaca ekstrem akan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Selatan. Pola pergerakan cuaca ini menunjukkan bahwa beberapa wilayah akan mengalami dampak berulang. Masyarakat di daerah-daerah tersebut diharapkan mulai mempersiapkan diri.
Puncak Potensi dan Imbauan Kewaspadaan (12-13 Juni)
Puncak potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada 12 Juni 2026, di mana wilayah terdampak akan meluas secara signifikan. Kabupaten Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kendari, Buton Utara, Buton, dan Wakatobi diprakirakan akan mengalami hujan lebat disertai guntur dan angin kencang.
Kemudian, pada tanggal 13 Juni, potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan sedikit mereda, dengan hanya wilayah Kabupaten Buton yang berpotensi terdampak. Pergeseran dan penyempitan area terdampak ini menunjukkan dinamika cuaca yang perlu terus dipantau.
Menyikapi prakiraan ini, Faizal Habibie mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Potensi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, jalanan licin, dan pohon tumbang akibat angin kencang harus diwaspadai. Kewaspadaan dini sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian.
Sumber: AntaraNews