Longsor Sibolangit: Tujuh Rumah Rusak Berat, Lima Warga Meninggal Dunia
Bencana longsor Sibolangit pada Selasa (7/4) mengakibatkan tujuh rumah rusak berat, lima orang meninggal dunia, dan puluhan jiwa mengungsi. Pusdalops Sumut terus melakukan pendataan dan koordinasi.
Medan, 09/4 (ANTARA) - Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Selasa (7/4) lalu. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan dan menimbulkan korban jiwa. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat dampak signifikan dari kejadian ini.
Akibat longsor yang terjadi, tujuh unit rumah di Desa Sembahe dan Desa Bingkawan, Kecamatan Sibolangit, mengalami rusak berat. Data awal yang diterima Pusdalops Sumut juga mengindikasikan adanya korban jiwa dan pengungsi. Pihak berwenang terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengonfirmasi laporan tersebut. Tim gabungan dari berbagai instansi terkait telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Upaya evakuasi dan penanganan darurat menjadi prioritas utama di tengah kondisi pasca-longsor.
Dampak Longsor dan Upaya Penanganan Korban
Bencana tanah longsor di Sibolangit ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menelan korban jiwa. Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut, lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa naas tersebut, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia merupakan warga sekitar yang tempat tinggalnya tertimpa reruntuhan longsor.
Selain korban jiwa dan luka, bencana ini juga memaksa warga untuk mengungsi. Pusdalops Sumut mencatat sedikitnya 25 jiwa dari lima kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman. Proses pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang diperlukan.
Sri Wahyuni, yang akrab disapa Yuyun, menekankan bahwa kondisi terkini menunjukkan seluruh korban yang dilaporkan hilang sudah ditemukan. Hal ini merupakan kabar baik di tengah upaya pencarian yang intensif. Penanganan medis bagi korban luka juga telah diberikan, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Koordinasi dan Penanganan Bencana
Berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana longsor Sibolangit ini telah dilakukan oleh sejumlah pemangku kebijakan terkait. Pemerintah daerah, bersama dengan BPBD Sumut dan instansi lain, bergerak cepat untuk merespons situasi darurat. Koordinasi yang erat antarlembaga menjadi kunci dalam efektivitas penanganan bencana di lokasi terdampak.
BPBD Sumut secara aktif melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana, termasuk asesmen kerusakan dan penyaluran bantuan. Tim di lapangan bekerja keras untuk memastikan akses ke lokasi bencana tetap terbuka dan bantuan logistik dapat tersalurkan kepada para korban. Fokus utama adalah pemulihan kondisi masyarakat dan lingkungan pasca-longsor.
Langkah-langkah mitigasi dan pencegahan bencana di masa mendatang juga menjadi perhatian. Edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya longsor dan cara menghadapinya terus digalakkan, terutama di daerah-daerah rawan. Pemerintah juga akan meninjau kembali tata ruang wilayah untuk meminimalkan risiko bencana serupa di kemudian hari.
Sumber: AntaraNews