Rentetan Bencana Alam di Sumut: 10 Warga Meninggal Dunia dan 6 Masih Hilang
Enam titik longsor yang terjadi di kota tersebut merenggut lima nyawa, melukai tiga warga, serta membuat empat orang hilang dan masih dicari tim SAR gabungan.
Jumlah korban jiwa akibat rentetan bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Sedikitnya 10 warga meninggal dunia, 3 luka-luka, dan 6 orang lainnya masih dalam pencarian setelah 20 kejadian bencana menerjang enam kabupaten/kota dalam sepekan terakhir hingga Selasa (25/11).
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Sibolga menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Enam titik longsor yang terjadi di kota tersebut merenggut lima nyawa, melukai tiga warga, serta membuat empat orang hilang dan masih dicari tim SAR gabungan. Sebanyak 17 rumah juga rusak terdampak material longsor.
Di Tapanuli Tengah, longsor pada Selasa pagi menewaskan empat warga, termasuk satu keluarga yang rumahnya tertimbun. Sementara banjir sejak 17–22 November merendam ribuan rumah dan memaksa 45 warga mengungsi.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Pol Victor Togi Tambunan, mengatakan tim gabungan Polri, BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan masih terus melakukan pencarian terhadap enam warga hilang, terutama di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Kendala medan, cuaca hujan, serta akses yang tertutup material longsor memperlambat proses pencarian.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Semua personel kami kerahkan untuk mengevakuasi dan mencari korban yang masih belum ditemukan," katanya, Rabu (26/11).
Insiden Pohon Tumbang
Korban jiwa juga tercatat di Tapanuli Selatan, di mana insiden pohon tumbang menewaskan satu warga dan melukai satu orang lainnya. Di Tapanuli Utara, tiga titik longsor menyebabkan satu warga luka-luka dan dua rumah rusak.
Bencana di Mandailing Natal memaksa 400 warga mengungsi, sementara di Nias sejumlah warga terisolasi akibat akses yang tertutup longsor.
2.393 KK Terdampak
Secara keseluruhan, 2.393 kepala keluarga terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi ke tempat aman karena ancaman banjir dan longsor susulan.
Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian manual dan menunggu alat berat untuk membuka jalur yang tertutup tanah longsor di sejumlah titik. Potensi hujan deras masih tinggi, sehingga warga diimbau menjauhi daerah rawan dan segera mengungsi jika kondisi memburuk.