BPBD Rilis Data Terbaru: 307 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sumut, Ratusan Lainnya Hilang

Data terbaru dari BPBD Sumut mengungkapkan 307 korban tewas dan 167 orang hilang akibat banjir bandang serta tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Simak rincian lengkap Korban Banjir Bandang Sumut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Rilis Data Terbaru: 307 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sumut, Ratusan Lainnya Hilang
Data terbaru dari BPBD Sumut mengungkapkan 307 korban tewas dan 167 orang hilang akibat banjir bandang serta tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Simak rincian lengkap Korban Banjir Bandang Sumut. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merilis data terkini mengenai dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara. Sebanyak 307 orang dilaporkan meninggal dunia akibat musibah ini. Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Data sementara yang dihimpun oleh BPBD Provinsi Sumut pada Rabu, 4 Desember, juga mencatat 167 orang belum ditemukan. Bencana alam ini telah menyebar ke 17 kabupaten/kota. Ini menyebabkan kerusakan signifikan dan pengungsian massal.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumut, Porman Mahulae, mengonfirmasi angka tersebut. Ia menjelaskan bahwa upaya penanganan dan pencarian korban terus dilakukan secara intensif.

Data Lengkap Korban Jiwa dan Hilang Akibat Banjir Bandang Sumut

Data terbaru dari BPBD Sumut menunjukkan total 307 korban tewas tersebar di 11 kabupaten/kota. Angka ini mencerminkan dampak serius dari banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi. Korban jiwa terbanyak berasal dari Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Rincian korban meninggal meliputi 86 orang di Tapanuli Tengah, 81 orang di Tapanuli Selatan, dan 52 orang di Sibolga. Selain itu, Tapanuli Utara mencatat 34 korban, Deli Serdang 17, Medan 12, dan Langkat 11 orang. Daerah lain seperti Humbang Hasudutan, Pakpak Bharat, Nias, dan Padangsidempuan juga melaporkan adanya korban jiwa.

Selain korban tewas, sebanyak 167 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Sebagian besar korban hilang ini berasal dari Tapanuli Tengah dengan 112 orang, diikuti Tapanuli Selatan 33 orang, dan Tapanuli Utara 14 orang. Sibolga dan Humbang Hasudutan juga melaporkan korban hilang.

Musibah banjir bandang ini juga mengakibatkan 646 orang mengalami luka-luka di lima kabupaten/kota. Tapanuli Tengah mencatat 521 korban luka, Tapanuli Selatan 70 orang, dan Sibolga 45 orang. Humbang Hasudutan dan Tapanuli Utara juga memiliki korban luka.

Sebaran Dampak Bencana dan Jumlah Pengungsi di Sumatera Utara

Bencana banjir bandang dan tanah longsor ini telah melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Wilayah terdampak meliputi Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. Skala bencana ini menunjukkan cakupan geografis yang luas.

Daerah lain yang juga terkena dampak parah adalah Humbang Hasudutan, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, dan Mandailing Natal. Kota-kota besar seperti Medan, Binjai, dan Langkat juga tidak luput dari bencana ini. Ini menunjukkan bahwa banjir bandang telah menyebar ke berbagai jenis wilayah.

Selain itu, Nias, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batu Bara turut merasakan dampak bencana. Akibatnya, total 10.862 kepala keluarga atau sekitar 41.952 orang terpaksa mengungsi. Mereka kini berada di penampungan sementara di 10 kabupaten/kota di Sumut.

Komitmen Pemerintah Provinsi dalam Penanganan Bencana

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam penanganan pascabencana. Pihaknya terus berupaya keras untuk membuka akses ke lokasi-lokasi bencana utama. Ini bertujuan agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar.

"Semuanya benar-benar berupaya memperbaiki jalur-jalur utama, baik yang masuk ke Tapteng (Tapanuli Tengah), dan yang di dalam Tapteng," jelas Bobby Nasution. Ia menyampaikan hal ini saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gudang Bulog Tapanuli Tengah. Pemulihan akses menjadi prioritas utama.

Bobby menambahkan bahwa tumpukan lumpur yang menghalangi akses jalan akan menjadi prioritas penanganan. Dengan demikian, seluruh bantuan logistik dan medis bisa menjangkau daerah-daerah terisolasi. Upaya ini memastikan korban banjir bandang di Sumut mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi