Banyak Warga Bandung yang Stres dan Coba Bunuh Diri, Pemkot Buka Layanan Psikologi
Selain itu, layanan tersebut merupakan amanat dari Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang mewajibkan adanya tenaga psikologi klinis di fasilitas kesehatan.
Pemkot Bandung menghadirkan pelayanan psikologi klinis di 12 puskesmas. Layanan ini menjadi langkah Pemkot Bandung dalam merespons tingginya tingkat stres dan gangguan kesehatan mental yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah.
Selain itu, layanan tersebut merupakan amanat dari Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang mewajibkan adanya tenaga psikologi klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
12 Puskesmas yang dimaksud yaitu Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Ibrahim Adjie, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam dan Cipadung. Pemilihan 12 puskesmas sebagai tahap awal itu didasarkan atas kesiapan fasilitas dan sumber daya kesehatan.
"Di setiap UPTD atau puskesmas ini ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12 puskesmas di Kota Bandung," kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melalui keterangannya pada Selasa (12/5).
Psikolog Klinis
Nantinya, tiap Puskesmas akan memiliki satu psikolog klinis yang bertugas menerima layanan konseling setiap hari kerja. Dalam sehari layanan tersebut ditargetkan mampu menangani hingga 10 pasien. Layanan itu menjadi kebutuhan mendesak karena gangguan kesehatan mental di Kota Bandung terus meningkat.
"Salah satu indikator yang menakutkan buat saya adalah percobaan bunuh diri di Kota Bandung, tiap hari ada saja beritanya. Ini harus dicegah dengan sangat serius," ujar dia.
Selain membuka layanan psikologi, Pemkot Bandung pun mulai melakukan langkah pencegahan termasuk pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi percobaan bunuh diri.
Ruang Layanan
Farhan juga menambahkan, ruang layanan psikologi klinis harus memiliki standar privasi yang tinggi agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkonsultasi.
"Pertimbangan utamanya adalah kesiapan ruang. Untuk psikologi klinis ini tidak boleh sembarangan, privasinya harus sangat kuat," ujar dia.
"Kalau memang ada masalah seperti ini, ya kita harus menyediakan layanan," lanjut dia.
Layanan konseling tersebut tak hanya terbatas bagi warga Kota Bandung tapi juga luar daerah. Farhan mengajak masyarakat tidak ragu datang berkonsultasi ke Puskesmas.
"Curhat. Satu curhat, cari teman ngobrol. Kedua ibadah," kata dia.