TNI Perkuat Tim Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara
TNI mengirimkan tambahan personel untuk mempercepat proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, menghadapi medan berat dan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Upaya ini merupakan tindak lanjut perintah Kasad.
Ambon, Maluku Utara – Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengirimkan tambahan personel guna mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Proses evakuasi ini masih terus berlangsung di tengah tantangan aktivitas vulkanik gunung dan medan yang sulit. Pengerahan pasukan tambahan ini diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan para pendaki yang terdampak bencana alam tersebut.
Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Doddy Triwinarto, di Ternate pada Minggu, menyatakan bahwa penambahan personel ini adalah tindak lanjut dari perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Perintah tersebut bertujuan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di lokasi bencana. TNI AD berkomitmen penuh dalam membantu penanganan dampak erupsi gunung api tersebut.
Mayjen TNI Doddy Triwinarto menegaskan bahwa Kasad telah menginstruksikan seluruh potensi satuan jajaran Kodam XV/Pattimura untuk mendukung operasi kemanusiaan ini. Fokus utama adalah membantu proses pencarian, evakuasi, serta penanganan para pendaki yang terdampak. Keselamatan personel menjadi prioritas utama mengingat kondisi Gunung Dukono yang masih aktif.
Perintah Kasad dan Pengerahan Pasukan
TNI Angkatan Darat bergerak cepat merespons situasi darurat erupsi Gunung Dukono dengan mengerahkan sumber daya maksimal. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto secara langsung memimpin pengerahan ini, memastikan setiap langkah sesuai arahan Kasad. Perintah dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjadi dasar bagi Kodam XV/Pattimura untuk mengoptimalkan operasi kemanusiaan ini.
Dalam upaya memperkuat tim SAR gabungan, Kodam XV/Pattimura telah menugaskan personel dari beberapa satuan. Satu pleton personel dikerahkan dari Kodim Tobelo, sementara Koramil Galela menyumbangkan satu regu. Selain itu, satu pleton tambahan juga berasal dari Yonif 732, menunjukkan keseriusan TNI dalam penanganan bencana ini.
Operasi pencarian dan evakuasi ini tidak hanya melibatkan unsur TNI AD, tetapi juga merupakan kolaborasi berbagai pihak. Basarnas turut serta dengan satu regu, didukung oleh satu pleton Brimob dan satu pleton Polres Halmahera Utara. Partisipasi sekitar 20 orang masyarakat sekitar juga sangat membantu dalam memperlancar jalannya operasi di lapangan.
Operasi Kemanusiaan di Medan Sulit
Medan yang berat dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto bahkan turun langsung ke lapangan untuk memimpin dan mengendalikan operasi kemanusiaan ini. Koordinasi erat dilakukan bersama Basarnas, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat untuk memastikan efektivitas upaya penyelamatan.
Data sementara menunjukkan bahwa terdapat 20 pendaki di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi, terdiri dari 11 warga negara Indonesia (WNI) dan sembilan warga negara asing (WNA). Proses evakuasi yang intensif berhasil menyelamatkan sebagian besar dari mereka. Tim gabungan bekerja tanpa henti untuk menjangkau setiap korban di lokasi yang sulit.
Dari total pendaki tersebut, 17 orang berhasil ditemukan selamat, meliputi 10 WNI dan tujuh WNA. Namun, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu satu WNI dan dua WNA, menambah duka di tengah operasi kemanusiaan ini. Kasad secara tegas meminta seluruh personel yang bertugas untuk selalu mengutamakan keselamatan diri selama proses pencarian dan evakuasi, mengingat potensi bahaya yang masih mengintai.
Kondisi Terkini dan Imbauan Kewaspadaan
Hingga saat ini, kondisi di sekitar Gunung Dukono belum menyebabkan adanya pengungsian masyarakat secara luas. Meskipun demikian, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi paparan abu vulkanik. Penggunaan masker sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar rumah untuk melindungi diri dari dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Seluruh korban WNI yang berhasil diselamatkan telah kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing, mendapatkan penanganan dan dukungan yang diperlukan. Sementara itu, korban WNA yang selamat saat ini berada di Ternate. Mereka menunggu jadwal penerbangan menuju Jakarta untuk kembali ke negara asal atau melanjutkan perjalanan.
TNI AD, melalui Kodam XV/Pattimura, menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi bencana. Seluruh proses operasi kemanusiaan ini akan didukung penuh hingga dinyatakan selesai dan kondisi kembali normal. Kehadiran TNI diharapkan dapat memberikan rasa aman dan bantuan yang maksimal bagi warga terdampak.
Sumber: AntaraNews