2 Pendaki asal Singapura Meninggal Dunia saat Gunung Dukono Erupsi
Gunung Dukono yang terletak di Halmahera Utara mengalami erupsi pada Jumat (8/5). Tiga orang, termasuk dua warga negara asing, dilaporkan meninggal dunia.
Tiga pendaki yang terdiri dari dua orang warga negara Singapura dan satu orang warga Ternate, dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara.
"Informasi terbaru menunjukkan bahwa ada tiga korban meninggal dunia, di mana dua di antaranya merupakan warga negara asing asal Singapura, dan satu lainnya adalah warga Ternate," ungkap Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu. Menurut berita yang dikutip dari Strait Times pada Jumat (8/5), saat terjadinya erupsi, terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan gunung Dukono, termasuk sembilan di antaranya adalah warga asing.
Hingga pukul 14.00 waktu setempat, tujuh pendaki asing lainnya berhasil turun dengan selamat dari gunung tersebut. Namun, jenazah ketiga korban belum dapat dievakuasi karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung.
Selain itu, lima pendaki lainnya juga mengalami luka-luka akibat erupsi.
"Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya kepada wartawan.
Gunung Dukono saat ini berstatus Level II (Waspada) dan telah mengalami peningkatan aktivitas visual serta kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi.