Evakuasi Pendaki Gunung Dukono: Satu Korban Ditemukan Meninggal, Pencarian Lanjut

Tim SAR gabungan menemukan satu pendaki meninggal di Gunung Dukono, Halmahera Utara, saat evakuasi pendaki Gunung Dukono lainnya terus diupayakan di tengah tantangan aktivitas vulkanik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Evakuasi Pendaki Gunung Dukono: Satu Korban Ditemukan Meninggal, Pencarian Lanjut
Tim SAR gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian dua korban lainnya masih terus dilakukan di tengah aktivitas vulkanik yang fluktuatif. (AntaraNews)

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan menemukan satu pendaki yang hilang dalam kondisi meninggal dunia di Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu (9/5). Upaya pencarian terus dilanjutkan untuk menemukan dua pendaki lainnya yang masih hilang di lokasi yang sama. Penemuan ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian yang menantang di tengah kondisi geografis dan vulkanik yang sulit.

Korban yang teridentifikasi berinisial E, seorang warga negara Indonesia, ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT. Penemuan ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, yang juga mengkoordinasikan upaya penanganan bencana di wilayah tersebut. Tim SAR berupaya keras memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini.

Lokasi penemuan jasad korban berada sekitar 50 meter dari bibir kawah utama gunung berapi tersebut. Kondisi korban yang tertimbun pasir vulkanik dan baru terlihat setelah hujan deras membersihkan sebagian material menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Proses evakuasi pendaki Gunung Dukono ini memerlukan kehati-hatian ekstra.

Jasad korban E ditemukan tertimbun di bawah lapisan pasir vulkanik, yang kemudian terlihat jelas setelah guyuran hujan deras. Penemuan ini terjadi di area yang sangat dekat dengan kawah utama Gunung Dukono, menunjukkan betapa berbahayanya kondisi di sekitar lokasi. Tim SAR harus bekerja dengan sangat teliti untuk menghindari risiko tambahan.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif dan endapan pasir tebal. Keselamatan tim evakuasi menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Abdul Muhari menyatakan bahwa tim penyelamat telah mengidentifikasi dua endapan pasir di dekat lokasi penemuan korban pertama yang diduga kuat menjadi tempat tertimbunnya dua korban lainnya. Kedua lokasi ini berada dalam radius sekitar tiga meter dari titik penemuan korban E. Penandaan lokasi menggunakan koordinat GPS telah dilakukan untuk mempermudah pencarian lanjutan.

Meskipun telah mengidentifikasi dua titik potensial, tim SAR terpaksa menunda upaya pencarian dan penggalian lebih lanjut untuk sementara waktu. Penundaan ini disebabkan oleh memburuknya kondisi cuaca dan tingginya aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang dapat membahayakan tim penyelamat. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Rencana pencarian dan penggalian di lokasi yang telah ditandai akan dilanjutkan pada Minggu, 10 Mei, setelah kondisi cuaca dan aktivitas gunung dianggap lebih aman. Operasi ini dipimpin oleh Kantor SAR Ternate dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara. Koordinasi yang kuat antarlembaga menjadi kunci keberhasilan operasi evakuasi pendaki Gunung Dukono ini.

Tim gabungan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan strategi terbaik untuk melanjutkan pencarian. Peralatan khusus dan personel terlatih disiapkan untuk menghadapi medan yang sulit dan potensi bahaya vulkanik. Setiap langkah diambil dengan pertimbangan matang demi keselamatan tim dan keberhasilan misi.

BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu mematuhi larangan pendakian dan menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang tidak menentu menimbulkan risiko tinggi bagi siapa pun yang berada di dekat kawah. Kepatuhan terhadap aturan ini sangat penting untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Pihak berwenang terus mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Informasi terkini mengenai status gunung dan rekomendasi keselamatan selalu diperbarui dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Edukasi mengenai bahaya gunung berapi juga terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi