Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal Dunia, Pencarian Berlanjut
Tim SAR gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian dua korban lainnya masih terus dilakukan di tengah aktivitas vulkanik yang fluktuatif.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu. Penemuan ini menjadi kabar duka di tengah upaya keras tim dalam menghadapi kondisi medan yang menantang dan aktivitas vulkanik yang masih aktif. Korban yang teridentifikasi berinisial E ini merupakan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi pendaki di area tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT. Lokasi penemuan berada di area sekitar 50 meter dari bibir kawah utama Gunung Dukono, sebuah titik yang sangat dekat dengan sumber erupsi. Jasad korban awalnya tertutup oleh material pasir vulkanik yang tebal, namun mulai terlihat setelah lokasi pencarian diguyur hujan deras yang menyapu sebagian material tersebut.
Setelah proses evakuasi yang penuh kehati-hatian, jenazah korban saat ini telah dibawa ke RSUD Tobelo untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi ini menjadi sangat krusial mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif dan tebalnya lapisan pasir vulkanik di lokasi kejadian, yang menambah kompleksitas operasi SAR.
Tantangan Berat Pencarian Korban di Lereng Dukono
Tim SAR gabungan menghadapi tantangan besar dalam operasi pencarian dan evakuasi di lereng Gunung Dukono. Kondisi medan yang sulit, ditambah dengan aktivitas vulkanik yang tidak menentu, membuat setiap langkah tim harus dilakukan dengan perhitungan matang demi keselamatan personel. Abdul Muhari juga menyebutkan bahwa tim SAR telah berhasil mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir lainnya yang diduga kuat sebagai lokasi keberadaan dua korban lainnya.
Kedua titik tersebut berada dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban pertama, menunjukkan bahwa para korban kemungkinan berada dalam kelompok yang sama atau berada di area yang berdekatan saat erupsi terjadi. Untuk memastikan akurasi, kedua titik ini telah ditandai secara presisi menggunakan koordinat GPS, yang akan sangat membantu dalam operasi lanjutan. Penandaan ini krusial untuk efisiensi dan fokus pencarian di hari berikutnya.
Meskipun demikian, tim SAR memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian dua korban lainnya pada Sabtu sore. Keputusan ini diambil karena kondisi cuaca yang mulai gelap dan pertimbangan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi, yang dapat membahayakan personel di lapangan. Prioritas diberikan untuk evakuasi korban pertama yang telah ditemukan, memastikan keselamatan tim tetap menjadi yang utama.
Operasi Lanjutan dan Peringatan Dini untuk Masyarakat
Berdasarkan hasil evaluasi operasi pada hari Sabtu, tim SAR gabungan dijadwalkan akan melanjutkan penyisiran dan penggalian di dua titik koordinat yang telah ditandai pada hari Minggu (10/5). Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Ternate dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, menunjukkan koordinasi yang kuat antarlembaga dalam penanganan bencana ini. Diharapkan, dengan perencanaan yang matang, dua korban lainnya dapat segera ditemukan.
BNPB kembali menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat dan wisatawan terhadap larangan pendakian Gunung Dukono. Imbauan ini dikeluarkan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat aktivitas vulkanik yang masih dinamis dan sulit diprediksi. Masyarakat diminta untuk selalu berada di luar radius bahaya yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi, yang secara rutin memantau status gunung berapi tersebut.
Peringatan ini bukan tanpa alasan, mengingat riwayat erupsi Gunung Dukono yang sering terjadi dan potensi bahaya yang ditimbulkannya. Kepatuhan terhadap zona larangan adalah langkah preventif paling efektif untuk melindungi diri dari ancaman erupsi. Informasi terkini mengenai status Gunung Dukono dapat diakses melalui saluran resmi pemerintah untuk memastikan keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews