Tragis! Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Trenggalek, 4 Orang Meninggal Dunia

Longsor Trenggalek menelan korban jiwa satu keluarga di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Empat orang meninggal dunia dan satu selamat dalam tragedi pilu ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragis! Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Trenggalek, 4 Orang Meninggal Dunia
Longsor Trenggalek menelan korban jiwa satu keluarga di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Empat orang meninggal dunia dan satu selamat dalam tragedi pilu ini. (AntaraNews)

Sebuah tragedi pilu melanda Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Sabtu (1/11) malam. Lima anggota keluarga tertimbun longsor saat tengah beristirahat di dalam rumah mereka.

Kejadian nahas ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan tebing setinggi 25 meter di belakang permukiman longsor dan menimbun rumah hingga rata dengan tanah. Empat dari lima korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil selamat namun mengalami luka-luka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama tim SAR gabungan segera bertindak setelah menerima laporan. Mereka memulai operasi pencarian dan evakuasi untuk menemukan para korban yang dilaporkan hilang.

Longsor Trenggalek terjadi sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu (1/11), menimbun rumah milik Sarip. Situasi darurat ini segera ditindaklanjuti oleh BPBD Trenggalek yang dipimpin Kepala Pelaksana Stefanus Triadi Atmono, bersama tim SAR gabungan, setelah informasi mengenai lima warga yang tertimbun longsor diterima.

Operasi pencarian dan evakuasi dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam tahap awal ini, tiga anggota keluarga berhasil ditemukan. Dua di antaranya, pasutri Sarip (60) dan Welas (53), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, satu korban lainnya, Wijianto (30), berhasil selamat meskipun menderita luka-luka akibat tertimpa atap rumah. Wijianto ditemukan di bilik rumah bagian belakang, memberikan secercah harapan di tengah musibah longsor ini.

Pencarian sempat dihentikan pada Minggu dini hari pukul 01.00 WIB karena kondisi tanah yang tidak stabil akibat hujan yang terus mengguyur dan waktu yang sudah larut. Keamanan tim evakuasi menjadi prioritas utama saat itu.

Operasi pencarian korban longsor Trenggalek dilanjutkan pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk menemukan sisa korban yang masih tertimbun material longsoran.

Hasilnya, dua korban terakhir berhasil ditemukan. Korban pertama ditemukan sekitar pukul 08.40 WIB, tertimbun material setebal 1,5 meter di ruang tamu. Beberapa saat kemudian, Fajar Puji Wibowo (19) dievakuasi pada pukul 09.20 WIB.

Dengan ditemukannya Fajar Puji Wibowo, seluruh lima korban tanah longsor di Desa Depok telah berhasil ditemukan. Stefanus Triadi Atmono menegaskan, "Dengan ditemukannya korban Fajar, maka lima korban tanah longsor di Depok ini sudah berhasil ditemukan semua. Empat korban meninggal dunia dan satu korban selamat."

Seluruh korban meninggal dunia selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penanganan yang semestinya. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya longsor di musim hujan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi