Banjir Bandang Siau: 14 Meninggal Dunia, Kodam Merdeka Kerahkan Bantuan
Banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, menelan 14 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan parah, memicu respons cepat dari Kodam Merdeka serta pemerintah daerah setempat.
Bencana banjir bandang melanda sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin dini hari, 5 Januari. Peristiwa tragis ini telah mengakibatkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia, 25 lainnya mengalami luka-luka, serta satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif. Musibah ini juga memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi dan menyebabkan kerugian material yang signifikan.
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel E.S. Lalawi, menjelaskan bahwa data sementara menunjukkan dampak serius dari bencana ini. Selain korban jiwa dan luka, sebanyak 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa harus mengungsi ke lokasi aman yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Kerugian material akibat banjir bandang Siau juga sangat besar, dengan puluhan rumah rusak parah dan beberapa di antaranya bahkan hanyut terbawa arus.
Menanggapi situasi darurat ini, Kodam XIII/Merdeka segera mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana. Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah bekerja sama dalam upaya pencarian, evakuasi korban, serta penanganan darurat di lokasi terdampak banjir bandang Siau. Akses jalan utama di beberapa wilayah juga tertutup material longsor, menghambat mobilitas dan upaya bantuan.
Dampak Kerusakan dan Korban Banjir Bandang Siau
Banjir bandang yang menerjang Pulau Siau telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat. Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 25 warga lainnya menderita luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Satu orang korban masih dalam pencarian, menambah daftar panjang dampak tragis dari bencana alam ini.
Kerugian material akibat banjir bandang Siau juga sangat besar. Tercatat, 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, sedangkan 21 unit rumah lainnya dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir. Kondisi ini menyebabkan 35 kepala keluarga atau sekitar 108 jiwa terpaksa mengungsi, meninggalkan harta benda mereka demi keselamatan.
Selain kerusakan permukiman, infrastruktur jalan di beberapa wilayah terdampak juga mengalami kelumpuhan. Akses jalan utama tertutup material tanah, batu, dan kayu, membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini tentu saja menjadi tantangan besar dalam upaya penyaluran bantuan dan evakuasi korban.
Respons Cepat Aparat dan Bantuan Kemanusiaan
Kodam XIII/Merdeka menunjukkan respons cepat terhadap bencana banjir bandang Siau dengan menginstruksikan jajarannya untuk segera turun tangan. Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personelnya untuk langsung menuju lokasi terdampak. Mereka bertugas membantu proses pencarian, evakuasi korban, dan penanganan darurat bersama unsur Polri serta pemerintah daerah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kodam XIII/Merdeka menyiapkan dua peleton personel TNI. Pasukan ini terdiri dari unsur satuan tempur, bantuan tempur, balak, serta personel Bekangdam. Mereka dilengkapi dengan kendaraan truk, perlengkapan lapangan, tenda, pailbad, dan aldurlap untuk mendukung para pengungsi dan operasional di lapangan.
Pergeseran personel dan logistik direncanakan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemda Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung. Proses ini akan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh tim yang bertugas. Kolaborasi antara berbagai pihak ini sangat penting untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan di tengah kondisi darurat banjir bandang Siau.
Kronologi dan Lokasi Terdampak Banjir Bandang Siau
Bencana banjir bandang melanda wilayah Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.45 Wita. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Siau secara terus-menerus sejak pukul 02.00 Wita. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan luapan air bercampur material tanah, batu, dan kayu dari daerah perbukitan menuju permukiman warga.
Sejumlah lokasi yang terdampak parah akibat banjir bandang Siau meliputi:
- Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur
- Kampung Laghaeng dan Kampung Batusenggo, Kecamatan Siau Barat Selatan
- Kampung Peling dan Kampung Bumbiha, Kecamatan Siau Barat
- Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat
Bencana ini mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan parah pada rumah warga dan fasilitas umum di seluruh wilayah tersebut. Upaya pemulihan dan bantuan terus dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Sumber: AntaraNews