Banjir dan Longsor di Lampung Barat, Evakuasi Warga Berlangsung hingga Tengah Malam
Dalam hitungan jam, lima rumah hanyut terbawa arus dan 80 rumah lainnya rusak parah.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Suoh sejak Rabu sore (10/9) memicu bencana banjir bandang dan longsor. Sehingga, membuat Sungai Way Haru menjadi meluap membawa lumpur dan batang kayu besar, menghantam permukiman warga di Dusun Gunung Sari, Pekon Banding Agung, Lampung Barat.
Dalam hitungan jam, lima rumah hanyut terbawa arus dan 80 rumah lainnya rusak parah serta puluhan sepeda motor hingga satu unit mobil Avanza pun ikut terendam dan sebagian tertimpa pohon tumbang. Kerugian sementara pun ditaksir mencapai setengah miliar rupiah.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pihaknya bersama dengan BPBD, Babinsa, dan aparat kecamatan bersama warga setempat langsung melakukan evakuasi penduduk yang rumahnya terendam.
"Begitu laporan masuk, tim segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor," kata Yuni dalam keterangannya, Kamis (11/9).
"Mereka menyeberangi arus deras dalam kondisi gelap gulita demi menyelamatkan warga yang masih bertahan," sambungnya.
Meski bencana ini menimbulkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa. Namun, trauma mendalam disebutnya menyelimuti masyarakat yang menyaksikan harta benda mereka hanyut terbawa arus.
Hingga Kamis dini hari, banjir mulai surut dan warga telah dipindahkan ke lokasi aman. Meski demikian, ancaman hujan lebat masih membayangi dan membuat debit air di Sungai Way Semangka terus meningkat sehingga Pekon Tugu Ratu dan Banding Agung berstatus siaga.
"Kami meminta masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih tinggi. Kondisi debit air di sungai-sungai besar belum sepenuhnya stabil," sebutnya.
Dirinya mengimbau agar warga tidak kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman.
"Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Jangan memaksakan diri pulang jika lokasi masih berisiko diterjang banjir susulan," tegasnya.
Selain evakuasi, aparat bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan darurat. Yuni pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam pemulihan pasca-bencana.
"Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk saling bergandengan tangan membantu korban. Kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar mereka segera bangkit," katanya.
"Polisi dan tim gabungan tetap siaga di lapangan untuk memantau situasi dan memberikan rasa aman bagi warga," dia menambahkan.