DPRD Gorontalo Utara Apresiasi Percepatan Infrastruktur Cegah Banjir di Tomilito
Anggota DPRD Gorontalo Utara menyambut baik percepatan infrastruktur cegah banjir di Jembatan Dambalo, Tomilito, yang diharapkan mampu mengatasi luapan sungai dan melindungi permukiman warga dari bencana.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Haris Tuina, menyampaikan apresiasi mendalam atas percepatan pembangunan infrastruktur. Proyek ini berfokus pada rehabilitasi Jembatan Dambalo di Kecamatan Tomilito, yang merupakan bagian vital dari lintas Sulawesi. Pembangunan ini secara khusus ditujukan untuk mencegah banjir yang sering melanda kawasan tersebut.
Jembatan Dambalo telah berdiri lebih dari dua dekade, menjadikannya infrastruktur yang berusia cukup tua dan memerlukan peremajaan signifikan. Kondisinya yang sudah sangat rendah dibandingkan permukaan sungai di bawahnya menjadi penyebab utama luapan air. Setiap kali hujan deras, debit air yang tinggi tidak tertampung, mengakibatkan banjir parah.
Banjir tersebut secara rutin merendam setidaknya 15 unit rumah warga serta bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Dambalo. Menanggapi kondisi ini, masyarakat melalui Pemerintah Desa Dambalo mengajukan proposal perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gorontalo Utara, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Balai Jalan.
Urgensi Rehabilitasi Jembatan untuk Mitigasi Banjir
Rehabilitasi Jembatan Dambalo menjadi sangat mendesak mengingat dampak serius yang ditimbulkan oleh banjir. Kondisi jembatan yang berusia lebih dari 20 tahun ini tidak lagi mampu menopang volume air sungai yang meningkat drastis saat musim hujan. Ketinggian jembatan yang rendah memperparah situasi, menyebabkan air mudah meluap ke permukiman.
Luapan air sungai tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga tetapi juga menimbulkan kerugian material yang signifikan. Puluhan rumah dan fasilitas pendidikan menjadi korban berulang kali setiap terjadi hujan lebat. Situasi ini menuntut solusi infrastruktur yang lebih kokoh dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Pembangunan jembatan dengan konstruksi baru yang lebih tinggi dan disesuaikan dengan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) adalah langkah strategis. Inisiatif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko banjir secara permanen. Perbaikan ini juga akan memastikan kelancaran transportasi di jalur lintas Sulawesi yang vital.
Kolaborasi Pemerintah dan Harapan Komunitas Lokal
Haris Tuina secara khusus mengapresiasi respons cepat dari pihak Balai Jalan dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Proses pengajuan proposal yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Dambalo membuahkan hasil positif. Tindak lanjut yang sigap menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan instansi terkait terhadap kesejahteraan warga.
Meskipun pengerjaan rehabilitasi jembatan ini sempat menimbulkan hambatan pada akses transportasi utama lintas Sulawesi, masyarakat menunjukkan pemahaman. Ketiadaan jalan alternatif membuat pengerjaan harus dilakukan di jalur yang sama. Namun, warga setempat berharap proyek ini dapat diselesaikan secepatnya demi kepentingan bersama.
Anggota DPRD tersebut menegaskan harapannya agar proses pembangunan jembatan berlangsung efisien dan tepat waktu. Penyelesaian proyek ini akan mengembalikan normalnya akses transportasi di titik strategis tersebut. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah mengakhiri penderitaan warga akibat banjir yang selama ini menjadi momok di Desa Dambalo.
Sumber: AntaraNews