Pemkab Donggala Pastikan Perbaikan Jembatan Gantung di Tonggolobibi Sojol Segera Dilakukan

Pemerintah Kabupaten Donggala mengambil langkah cepat untuk perbaikan jembatan gantung di Tonggolobibi Sojol yang rusak akibat banjir, demi keselamatan anak sekolah dan kelancaran akses warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Donggala Pastikan Perbaikan Jembatan Gantung di Tonggolobibi Sojol Segera Dilakukan
Pemerintah Kabupaten Donggala mengambil langkah cepat untuk perbaikan jembatan gantung di Tonggolobibi Sojol yang rusak akibat banjir, demi keselamatan anak sekolah dan kelancaran akses warga. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk segera memperbaiki jembatan gantung yang vital di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol. Jembatan ini merupakan penghubung utama antardusun yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir. Langkah cepat ini diambil guna menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas warga, khususnya anak-anak sekolah.

Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, menyatakan bahwa perbaikan ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi masyarakat. Anak-anak sekolah selama ini terpaksa menggunakan rakit bambu yang berbahaya untuk menyeberangi sungai demi mencapai sekolah mereka. Situasi ini mendorong Pemkab Donggala untuk bertindak proaktif dalam penanganan infrastruktur.

Kerusakan jembatan gantung tersebut telah memutus akses pendidikan bagi banyak siswa di wilayah tersebut, menjadikan perjalanan ke sekolah penuh tantangan. Oleh karena itu, Pemkab Donggala berupaya mencari skema terbaik agar perbaikan dapat segera terlaksana, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran.

Kerusakan jembatan gantung di Tonggolobibi Sojol menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Akses utama yang terputus membuat warga kesulitan beraktivitas, dan yang paling memprihatinkan adalah risiko keselamatan anak-anak sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu, sebuah praktik yang sangat berisiko.

Menanggapi kondisi darurat ini, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Donggala telah turun langsung ke lapangan. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Pekerjaan Umum setempat telah melakukan peninjauan untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan. Peninjauan ini menjadi dasar bagi perencanaan tindakan selanjutnya.

Wakil Bupati Taufik M Burhan menekankan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah cepat. Prioritas utama adalah mengembalikan fungsi jembatan agar masyarakat dan anak-anak sekolah dapat kembali beraktivitas dengan aman. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab Donggala dalam mengatasi masalah infrastruktur krusial ini.

Permasalahan aksesibilitas pendidikan ternyata tidak hanya terjadi di Tonggolobibi Sojol. Wakil Bupati Taufik M Burhan juga menerima laporan serupa dari Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan. Di sana, siswa juga masih harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi sungai demi mencapai sekolah mereka. Situasi ini menunjukkan adanya tantangan infrastruktur yang lebih luas di Kabupaten Donggala.

Pemerintah daerah menyadari bahwa akses penghubung yang memadai adalah kunci untuk memastikan anak-anak dapat mengenyam pendidikan dengan layak. Oleh karena itu, Pemkab Donggala bertekad untuk mengupayakan perbaikan di kedua lokasi tersebut, baik di Sojol maupun Banawa Selatan. Upaya ini mencerminkan fokus pemerintah pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang aman.

Meskipun dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran, Pemkab Donggala tetap berkomitmen mencari skema pembiayaan yang tepat. Tujuannya adalah agar perbaikan jembatan penghubung ini dapat tetap dilaksanakan tanpa menunda lebih lama. Ini menunjukkan prioritas pemerintah daerah terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda Donggala.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi