Israel Langgar Gencatan Senjata, Kirim Serangan Udara hingga Tewaskan Tentara Lebanon
Nahas, tentara yang tewas tersebut sedang dalam perjalanan dari tempat tugasnya ke rumahnya di kota Souaneh.
Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara. Mereka melancarkan serangan udara ke Lebanon Selatan, Rabu (29/4). Akibatnya, seorang tentara Lebanon dan saudaranya tewas, lapor Anadolu.
Dalam sebuah pernyataan di perusahaan media sosial AS X, militer mengatakan keduanya tewas dalam serangan yang menargetkan mereka saat mereka sedang berkendara dengan sepeda motor di kota Khirbet Selm di distrik Bint Jbeil, dikutip middleeastmonitor, Kamis (30/4).
Nahas, tentara yang tewas tersebut sedang dalam perjalanan dari tempat tugasnya ke rumahnya di kota Souaneh ketika serangan itu menghantam mereka, kata militer.
Trump Umumkan Gencatan Senjata
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April, sebelum mengatakan pada hari Kamis bahwa gencatan senjata itu akan diperpanjang selama tiga pekan.
Ribuan Warga Lebanon Tewas
Menurut angka resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 2.534 orang, melukai 7.863 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi.