Lebih dari 2.490 Orang Tewas di Lebanon akibat Serangan Israel sejak 2 Maret
Total korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret meningkat menjadi 2.496 orang tewas dan 7.725 terluka.
Pemerintah Lebanon pada Sabtu melaporkan lima orang tewas dan enam lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir.
Sehingga, total korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret meningkat menjadi 2.496 orang tewas dan 7.725 terluka.
Data tersebut dirilis oleh Unit Manajemen Risiko Bencana di bawah Kabinet Lebanon dan dikutip oleh Kantor Berita Nasional (NAA) dan Middle East Monitor, Minggu (26/4/2026).
Pembaruan ini muncul di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata sementara oleh Israel, yang sebelumnya mulai berlaku pada 17 April.
Jumlah Korban Sebelumnya
Sebelumnya, jumlah korban tercatat sebanyak 2.491 orang tewas dan 7.719 luka-luka, dengan lebih dari 1 juta warga dilaporkan mengungsi.
Unit tersebut tidak merinci lebih lanjut metode perhitungan data korban. Namun, sumber lapangan dan media lokal menyebutkan bahwa pihak berwenang masih menemukan jenazah korban yang tewas sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Sementara itu, peningkatan jumlah korban luka disebut berasal dari pembaruan data serta laporan kasus baru dalam beberapa hari terakhir.
Pada 17 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang kemudian diperpanjang selama tiga minggu tambahan pada Kamis.
Meski demikian, sejak 2 Maret, Israel disebut terus melanggar kesepakatan tersebut, yang mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan luas.
Di sisi lain, kelompok Hezbollah membalas dengan menargetkan posisi militer Israel di Lebanon selatan serta sejumlah komunitas di wilayah Israel.