Video Drone Israel Menjatuhkan Bom ke Keluarga di Lebanon, Dentuman Keras Bikin Syok
Pesawat Israel serang keluarga di Lebanon dengan granat.
Video amatir warga Lebanon merekam detik-detik pesawat tak berawak Israel menjatuhkan granat kejut ke pemukiman warga.
Mirisnya, serangan mendadak itu menyasar sebuah rumah milik keluarga saat sedang memeriksanya di Khallat Wardeh, Kota Aita al-Shaab di Lebanon Selatan.
Melansir dari akun Instagram @eye.on.llebanon, Selasa (24/6) kejadian bermula saat seorang warga merekam objek asing jatuh dari langit di siang hari.
Tak lama setelah benda itu jatuh, sebuah ledakan kecil terjadi hingga membuat kepanikan. Meski begitu, belum diketahui kerusakan dan korban akibat serangan tak terduga dari Israel tersebut.
"Sebuah pesawat tak berawak Israel menjatuhkan granat kejut ke arah sebuah keluarga yang sedang memeriksa rumah mereka di Khallat Wardeh, di kota Aita al-Shaab di Lebanon selatan," tulis unggahan.
Israel kembali melakukan agresi ke wilayah Lebanon Selatan pada Senin (23/6). Serangan tersebut dilakukan di tengah perang yang terjadi dengan Iran selama dua minggu terakhir.
Media setempat menyebutkan, militer Israel menerjunkan jet tempur di atas langit Lebanon meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Laporan dari kantor berita negara (NNA) mengatakan bahwa jet tempur Israel menyasar kota Az-Zrariyah dan Kfar Melki di provinsi Sidon serta kota Ansar dan Ezza di Nabatieh.
Menurut kabar, serangan itu dilancarkan dengan tujuan menyerang situs militer Hizbullah yang berisi roket, peluncur rudal, dan persenjataan lain yang berada di kawasan tersebut.
Adapun Israel dan Lebanon telah sepakat melakukan gencatan senjata sejak November 2024 lalu pasca konflik yang terjadi antara Israel dan Hizbullah.
Meski begitu, pihak otoritas Lebanon mengatakan Israel telah melakukan 3000 kali pelanggaran hingga mengakibatkan 217 korban tewas dan lebih dari 500 orang mengalami luka-luka.
Menurut kesepakatan yang terjalin, militer Israel seharusnya sudah harus angkat kaki dari Lebanon selatan sejak 18 Februari. Namun Israel menolak dan memilih untuk tetap mempertahankan pasukan militernya di perbatasan.