Hizbullah Klaim 20 Serangan Roket dan Drone ke Israel Utara, Peringatkan Warga Nahariya
Hizbullah klaim 20 serangan roket dan drone ke sejumlah lokasi militer Israel utara pada Sabtu (8/3) sebagai balasan. Simak detail target dan peringatan yang diberikan.
Kelompok Hizbullah pada Sabtu (8/3) menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan signifikan ke wilayah Israel utara. Mereka mengklaim melakukan 20 serangan menggunakan roket dan drone canggih.
Aksi militer ini menargetkan berbagai lokasi militer serta konsentrasi pasukan Israel. Hizbullah menegaskan serangan tersebut merupakan respons langsung atas agresi Israel terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon.
Serangan balasan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Konflik ini dipicu oleh kampanye militer Israel yang meluas di Lebanon sejak Senin, menyusul tembakan roket terbatas oleh Hizbullah.
Target Utama dan Peringatan Dini Hizbullah
Dalam serangkaian pernyataan yang dipantau Anadolu, Hizbullah merinci beberapa target utama serangan mereka. Salah satu kota yang menjadi sasaran adalah Nahariya di Israel utara.
Hizbullah menyatakan telah meluncurkan tiga gelombang serangan roket dan sekawanan drone ke Nahariya. Sebelum melancarkan serangan, kelompok tersebut telah memperingatkan warga agar segera meninggalkan wilayah tersebut.
Peringatan serupa juga disampaikan kepada warga Kiryat Shmona pada Sabtu pagi. Melalui Telegram, Hizbullah mendesak penduduk kedua kota untuk bergerak ke arah selatan, disertai peta lokasi kedua kota tersebut.
Sistem Pertahanan dan Pangkalan Militer Sasaran Utama
Selain kota-kota, Hizbullah juga secara spesifik menargetkan sistem pertahanan udara Israel. Mereka mengklaim telah menyerang sistem radar Iron Dome di lokasi Kiryat Eliezer.
Kiryat Eliezer disebut sebagai salah satu basis pertahanan udara utama di kota Haifa, Israel utara. Serangan roket dan drone juga dilaporkan menyasar kota Haifa dan Kiryat Shmona secara langsung.
Pangkalan Stella Maris dan kompleks industri militer Rafael di dekat kota Acre turut menjadi target. Ini menunjukkan upaya Hizbullah untuk melumpuhkan infrastruktur militer strategis Israel.
Serangan di Perbatasan dan Konteks Konflik Regional
Hizbullah juga melaporkan serangan terhadap sejumlah posisi militer Israel di dekat perbatasan Lebanon. Konsentrasi pasukan di sekitar Khiam dan Bukit Hamamis di Lebanon selatan menjadi sasaran.
Serangan tambahan menargetkan posisi militer di sekitar perlintasan Gerbang Fatima di perbatasan Lebanon-Israel serta pangkalan Ein Zeitim di barat laut Safed.
Kelompok ini bahkan menyatakan telah menembakkan “rudal presisi” ke arah pangkalan Tel Hashomer. Pangkalan ini berjarak sekitar 120 kilometer dari perbatasan Lebanon, menunjukkan jangkauan serangan yang signifikan.
Perkembangan ini terjadi di tengah meluasnya kampanye militer Israel di Lebanon sejak Senin. Konflik ini dipicu oleh agresi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, serta pelanggaran gencatan senjata.
Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya dalam serangan di Lebanon sejak Oktober 2023. Meskipun ada perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sejak November 2024, militer rezim Zionis dukungan AS itu terus melakukan pelanggaran yang menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.
Sumber: AntaraNews