Sosok Lucu & Lugu Bayi Palestina di Tepi Barat, Tega Dihabisi Israel dengan Peluru di Kepala
Kehidupan batita tersebut berakhir tragis usai sebuah peluru pasukan Israel mendarat di kepala.
Kesepakatan mengenai gencatan senjata di Gaza, rupanya membuat Israel bersiasat licik dengan menyerang wilayah Tepi Barat. Pasukan di bawah kendali Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu membuat wilayah Tepi Barat membara.
Tak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, serangan militer itu juga banyak menewaskan warga Palestina. Salah satunya adalah batita berusia dua tahun. Kehidupan bocah tersebut berakhir tragis usai sebuah peluru pasukan Israel mendarat di kepalanya.
Masyarakat dunia pun ramai memberi doa mendalam. Mereka juga mengecam serangan Israel di Tepi Barat.
Batita Tewas Ditembak Israel
Operasi militer secara masif dilakukan Israel terhadap warga Palestina di kawasan Segitiga Martir Jenin utara, Tepi Barat, Palestina, pasca gencatan senjata dengan Hamas di Gaza berlaku.
Selain menghancurkan sejumlah infrastruktur, serangan tersebut juga mengakibatkan nyawa warga Palestina melayang.
Salah satunya yakni gadis cilik bernama Laila al-Khatib. Di usianya yang baru saja menginjak dua tahun, al-Khatib terpaksa meregang nyawa lantaran timah panas yang ditembakkan pasukan Israel ke bagian kepala.
Lantaran hal ini, al-Khatib dilaporkan mengalami luka parah hingga membuatnya wafat. Sesaat menjelang dikebumikan keluarga dan kerabat, al-Khatib seperti yang tampak dalam unggahan akun Instagram @shanin_hamazy berbalut kain kafan hingga bendera Palestina yang dikenakan di tubuhnya.
"Laila Al-Khatib, 2, ditembak di kepala oleh pasukan pendudukan Israel di Jenin, Tepi Barat yang diduduki pada hari Sabtu," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Kronologi Terungkap
Melansir dari Al Jazeera, serangan brutal dari pasukan Israel tersebut dilaporkan turut membuat ibu al-Khatib mendapat luka ringan. Padahal, ibu satu anak tersebut disebut tengah dalam keadaan hamil.
Dalam keterangan yang dirilis, kronologi sesaat sebelum serangan yang menewaskan satu gadis cilik menggemaskan tersebut diungkap oleh sang nenek.
Disebutnya, serangan tersebut berlangsung saat keluarga al-Khatib tengah menikmati makan malam bersama. Saat mendengar suara tembakan secara brutal, al-Khatib dan sang ibu kemudian berusaha berlindung masuk ke dalam kediaman mereka.
Namun nahas, al-Khatib justru tertembak peluru oleh penembak jitu di bagian kepala yang membuatnya meregang nyawa.
“Terjadi tembakan, dan jendela pecah. Ketika gadis-gadis itu mendengar suara tembakan, mereka mulai berlari masuk. Ibunya [al-Khatib] sedang memberinya makan [ketika] dia mendapat peluru dari penembak jitu di kepalanya,” kata nenek al-Khatib, demikian dikutip dari Al Jazeera.
Di tengah sorotan, militer Israel mengungkap jika mereka tengah menyelidiki insiden yang menewaskan al-Khatib tersebut. Dilaporkan, mereka melepaskan tembakan usai mendapat informasi intelijen mengenai keberadaan pejuang Hamas di sebuah kediaman warga sipil.
Banjir Air Mata
Insiden tragis yang membuat gadis cilik tersebut meregang nyawa turut mendapat banjir air mata dari pengguna media sosial di dunia. Banyak di antaranya yang tak kuasa menahan emosi dan kekesalan saat mendengar pasukan Israel menembak secara sengaja di area kediaman keluarga al-Khatib.
"Anak itu sangat imut ya Allah!!!!!😭😭," tulis akun @edykayss92
"Yaa Rabb 😢😢😢," tulis akun @lilatrilestari
"Innalillahi wa innailaihi rojiun," tulis akun @fayga_yusuf
"Dan perlu diingat bahwa orang yang menembak adalah seorang penembak jitu... Ia memiliki lensa teleskopik canggih yang tidak hanya dapat melihat siapa yang dibidiknya tetapi juga bagian tubuh mana," tulis akun @buch.wort
"Tapi apakah ini (Israel) manusia?!!! Mereka lebih buruk dari binatang 🤬 🤬 😣 😢," tulis akun @mze_m2
Israel Serang Jenin Tepi Barat
Seperti diketahui, Israel dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai serangan dan penyerangan di Jenin, yang telah lama dipandang sebagai simbol perlawanan Palestina. Operasi terbarunya dimulai hanya sehari setelah gencatan senjata diberlakukan di Jalur Gaza, di mana serangan Israel selama 15 bulan telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina di Gaza.
Operasi militer yang sedang berlangsung di Jenin dan kamp pengungsi di dekatnya telah menewaskan sedikitnya 14 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan. Puluhan orang terluka sementara ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Sebelum serangan terbaru Israel dimulai pada hari Senin, pasukan keamanan Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan mandiri terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel, melakukan operasi selama berminggu-minggu untuk menegaskan kembali kendali di Jenin.
Selain memakan korban jiwa, serangan tentara Israel telah menyebabkan kerusakan yang luas, termasuk buldoser jalan-jalan utama dan pembongkaran rumah-rumah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk memberantas hal yang mereka sebut dengan “terorisme”.