Israel Kembali Lakukan Genosida di Gaza Setelah Akhiri Gencatan Senjata, Bunuh 200 Warga Palestina
Israel sengaja menyabotase upaya untuk mencapai gencatan senjata agar kembali bisa mengebom Gaza.
Pasukan penjajah Israel kembali melanjutkan perang genosidanya di Jalur Gaza setelah mengakhiri gencatan senjata pada Selasa (18/3) dini hari. Kantor Media Pemerintah Gaza menyampaikan, dalam serangan terbarunya, Israel membunuh sekitar 200 warga Palestina termasuk anak-anak dan melukai puluhan lainnya, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (18/3).
Kantor media juga mengatakan, Israel mengebom sejumlah daerah di Jalur Gaza pada dini hari. Serangan ini disebut yang terbesar sejak gencatan senjata berlaku pada 19 Januari lalu.
"Berdasarkan arahan dari eselon politik, pasukan IDF (Tentara Israel) dan Shin Bet (badan intelijen dalam negeri) meluncurkan serangan skala besar terhadap target-target Gamas di seluruh Jalur Gaza," kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee di X, dikutip dari TRT World, Selasa (18/3).
Kelompok perlawanan Palestina, Jihad Islam Palestina (PIJ) menyampaikan, Israel melanjutkan "perang pemusnahan" di Gaza setelah "sengaja menyabotase semua upaya untuk mencapai gencatan senjata", seperti dilaporkan media Israel, Haaretz.
PIJ mengatakan serangan terbaru oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan "pemerintah Nazi haus darahnya" tidak akan memberikan Israel "kemenangan atas (kelompok) perlawnaan, baik di lapangan maupun dalam negosiasi".
"Kami tegaskan bahwa apa yang gagal dicapai Netanyahu dan tentara biadabnya dalam 15 bulan kejahatan dan pertumpahan darah, tidak akan berhasil mereka capai lagi, berkat keteguhan hati rakyat kami yang tertindas dan keberanian mujahidin kami di medan perlawanan," tegas PIJ.