Disalurkan Besok, Begini Cara Masjid Istiqlal Bagikan Daging Kurban Tanpa Sistem Antrean di Lokasi
Masjid Istiqlal telah menerima sebanyak 82 ekor hewan kurban. Pihak panitia juga masih membuka penerimaan hewan kurban hingga Jumat, 29 Mei 2026.
Masjid Istiqlal akan menggelar proses penyembelihan hewan kurban mulai dari kambing dan domba pada Kamis (28/5) besok. Penyaluran daging kurban akan dilakukan melalui masjid hingga pesantren binaan Masjid Istiqlal.
"Insyaallah untuk Istiqlal besok kita mulai menyembelih kambing dan hewan domba itu ya," kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada wartawan, Rabu (27/5).
Nasaruddin menjelaskan, tahun ini Masjid Istiqlal tidak membagikan daging kurban secara langsung kepada masyarakat umum, kecuali kepada para pegawai. Penyaluran daging kurban akan dilakukan melalui jaringan masjid binaan Istiqlal.
"Kita akan mendistribusikan kepada masjid dan musala binaan Istiqlal. Panti asuhan yang merupakan binaan Istiqlal. Ada majelis taklim yang dibina juga oleh Istiqlal. Ada perguruan tinggi ya, perguruan tinggi Islam. Ada pondok pesantren. Ada madrasah yang punya relasi dengan Istiqlal," ujar dia.
Jumlah Hewan Kurban
Sampai saat ini, Masjid Istiqlal telah menerima sebanyak 82 ekor hewan kurban. Pihak panitia juga masih membuka penerimaan hewan kurban hingga Jumat, 29 Mei 2026.
"Ya, kita masih menerima sampai besok ya, sampai lusa. Kan pembagian pengurbanan itu hari tasyrik, hari Rabu, jadi kita masih memotong Kamis, Jumat, Sabtu. Nah, jumlah hari ini berapa teman-teman? 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, satu ekor domba," ujar dia.
Nasaruddin mengungkapkan, hewan kurban di Masjid Istiqlal tidak hanya berasal dari umat Muslim, tetapi juga dari pihak non-Muslim seperti Gereja Katedral. Meski demikian, ia menilai pemberian tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kurban dalam konteks ibadah. Namun, dia menyambut baik partisipasi tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selain Gereja Katedral, manajemen Hotel Borobudur juga menyumbangkan 25 ekor sapi ke Masjid Istiqlal untuk perayaan Idul Adha tahun ini.
"Bahkan separuh di antara hewan kurban yang kita sembelih di antara 60-an itu, berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum. Yang mungkin itu tidak dimaksudkan sebagai kurban, karena yang wajib untuk berkurban itu adalah orang Islam yang mampu," ujar dia.
Menurut Nasaruddin, Hari Raya Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama.
"Apapun agamanya, kalau memang bisa ikut berbagi, bagaimana supaya masyarakat itu terbebas daripada krisis protein pada hari-hari Idul Kurban ini, itu sangat dianjurkan sekali," pungkasnya.