Bupati Sigi Perintahkan Percepat Data Rumah Korban Gempa, Prioritaskan Penyaluran Bantuan
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mendesak kepala desa dan camat mempercepat data rumah korban gempa, memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan pemulihan efektif.
Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Moh Rizal Intjenae, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kepala desa dan camat di wilayahnya. Instruksi ini bertujuan untuk segera mengumpulkan data kerusakan rumah warga yang terdampak gempa bumi.
Pengumpulan data ini menjadi prioritas utama untuk memastikan seluruh dampak bencana teridentifikasi dengan akurat. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Rizal menekankan pentingnya kecepatan dan akurasi dalam pendataan ini. Seluruh data harus sudah masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sigi pada hari ini pukul 14.00 WITA.
Batas Waktu dan Mekanisme Pengumpulan Data Kerusakan
Bupati Moh Rizal Intjenae memberikan batas waktu yang ketat bagi para kepala desa dan camat untuk menyerahkan data kerusakan. Seluruh data harus sudah diterima di Pusdalops PB Sigi pada Minggu, pukul 14.00 WITA.
Proses pengumpulan data ini dipusatkan di Kantor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sigi, yang berlokasi di Desa Maku, Kecamatan Dolo. Hal ini bertujuan untuk memusatkan dan mengkoordinasikan seluruh informasi terkait penanganan bencana.
Bupati menegaskan bahwa setelah batas waktu tersebut, data akan ditutup untuk dampak dari kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Sigi. Penutupan data ini penting untuk segera memulai tahap selanjutnya dalam penanganan bencana dan pemulihan.
Peran Aktif Kepala Desa dan Penyaluran Bantuan Terstruktur
Bupati Rizal juga menginstruksikan seluruh kepala desa, khususnya di wilayah terdampak bencana, untuk proaktif melaporkan kondisi warganya. Ini termasuk identifikasi warga yang mungkin belum menerima bantuan pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan kepada pihak desa apabila belum mendapatkan bantuan, karena penyaluran bantuan memiliki struktur yang jelas dari pemerintah. Keterlibatan aktif dari semua pihak sangat krusial dalam proses ini.
Mekanisme penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara bertahap dan terstruktur untuk memastikan tepat sasaran. Bantuan disalurkan dari posko induk di Kantor BPBD Sigi, kemudian diteruskan ke pos lapangan di masing-masing kecamatan.
Selanjutnya, dari pos lapangan, bantuan akan didistribusikan ke pos pendukung di tingkat desa, dan desa bertanggung jawab menyalurkannya langsung kepada masyarakat. Sistem ini dirancang untuk efisiensi dan akuntabilitas dalam penanganan dampak gempa.
Data Terkini Dampak Gempa di Kabupaten Sigi
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Sigi, jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di daerah tersebut mencapai 2.335 unit. Angka ini mencakup berbagai tingkat kerusakan yang berbeda.
Rincian kerusakan rumah terdiri dari 1.955 unit rumah rusak ringan, 226 unit rumah rusak sedang, dan 154 unit rumah rusak berat. Data ini menunjukkan skala kerusakan yang cukup signifikan di Kabupaten Sigi.
Selain kerusakan infrastruktur, gempa bumi juga menyebabkan penambahan total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dari 2.775 Kepala Keluarga (KK). Dampak ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian segera.
Data korban juga mencatat 17 orang mengalami luka berat dan 108 orang menderita luka ringan. Tragisnya, tiga warga juga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana gempa bumi ini, menegaskan urgensi penanganan yang cepat dan komprehensif.
Sumber: AntaraNews