Makassar Jadi Tuan Rumah Simposium Kelautan Dunia, Perkuat Kolaborasi Akademisi Global
Kota Makassar menjadi pusat perhatian akademisi kelautan dunia dengan menjadi tuan rumah Simposium Kelautan Dunia Makassar, mempertemukan peneliti dan mahasiswa internasional untuk membahas inovasi dan solusi kelautan.
Kota Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini menjadi sorotan internasional dengan suksesnya penyelenggaraan "The 13th National and 9th International Symposium on Marine and Fisheries". Acara bergengsi ini berhasil mengumpulkan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa terkemuka dari berbagai negara, baik dari dalam maupun luar negeri. Simposium ini berpusat di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan menjadi platform penting untuk berbagi gagasan serta inovasi di bidang kelautan dan perikanan.
Sebagai bagian dari rangkaian Simposium Kelautan Dunia Makassar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjamu para peserta dalam sebuah jamuan makan malam atau gala dinner. Acara ini berlangsung meriah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar pada Sabtu malam (20/6). Jamuan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dengan komunitas akademik kelautan dan perikanan global.
Simposium dan jamuan makan malam ini menegaskan posisi Makassar sebagai kota maritim yang strategis dan memiliki potensi besar. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif serta inovasi yang relevan untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia dan dunia.
Makassar, Pusat Pertemuan Akademisi Kelautan Global
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Makassar sebagai tuan rumah simposium internasional ini. Ia mengapresiasi Unhas, khususnya Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, atas inisiatif dan kerja kerasnya. "Gala dinner ini menjadi ajang silaturahmi, sekaligus mempererat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan kalangan akademisi di bidang kelautan dan perikanan," ujar Munafri dalam keterangan resminya di Makassar, Minggu.
Munafri menyambut hangat kedatangan para tamu dari berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri yang hadir. Kehadiran mereka di Simposium Kelautan Dunia Makassar ini menjadi momentum penting yang menunjukkan pengakuan terhadap potensi dan peran Makassar dalam isu-isu kelautan global.
Dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan laut, Makassar menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang besar dalam pengelolaan wilayah pesisir dan kelautan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai sangat vital untuk menghadirkan solusi berbasis riset.
Munafri menekankan bahwa banyak persoalan di Makassar yang membutuhkan dukungan kajian akademik untuk menemukan solusi terbaik. Ia berharap Unhas dapat terus menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan Kota Makassar.
Harapan Inovasi dan Kolaborasi dari Simposium Kelautan Dunia
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkot Makassar atas dukungan penuh dan jamuan yang diberikan kepada seluruh peserta simposium. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran dan kesuksesan acara.
Prof. Jamaluddin Jompa berharap forum ilmiah ini akan melahirkan berbagai gagasan dan inovasi konkret yang dapat berkontribusi signifikan bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, simposium ini juga diharapkan memperkuat jejaring kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
"Mudah-mudahan lewat acara nantinya ini bisa menghasilkan hasil-hasil pemikiran dan juga sharing tentang berbagai inovasi yang bisa kita buat membangun sektor kelautan dan perikanan," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap dampak positif dari Simposium Kelautan Dunia Makassar.
Pertemuan para ahli kelautan ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan kelautan, serta mendorong kemajuan sektor maritim yang berkelanjutan.
Peran Strategis Unhas untuk Pembangunan Maritim Makassar
Wali Kota Munafri Arifuddin secara khusus menyoroti pentingnya peran Universitas Hasanuddin sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan Kota Makassar, khususnya di sektor kelautan. Keterlibatan aktif Unhas sangat krusial dalam merumuskan kebijakan berbasis data.
Makassar, sebagai kota pesisir, memiliki kompleksitas masalah yang membutuhkan pendekatan multidisiplin, mulai dari isu penangkapan ikan berkelanjutan hingga mitigasi bencana pesisir, yang semua memerlukan kajian ilmiah mendalam. Unhas dengan sumber daya akademiknya mampu menyediakan basis riset tersebut.
Kolaborasi antara Pemkot Makassar dan Unhas tidak hanya terbatas pada Simposium Kelautan Dunia Makassar ini, namun diharapkan berlanjut dalam proyek-proyek penelitian dan pengembangan. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Melalui sinergi antara pemerintah dan akademisi yang diperkuat dalam acara ini, Makassar mengambil langkah maju dalam menghadapi tantangan global di bidang kelautan, menjadikannya contoh kota maritim yang inovatif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews