Dewan Lingkungan Resmikan 50 Titik Urban Farming Makassar, Perkuat Ketahanan Pangan
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar meresmikan 50 titik urban farming Makassar di Kecamatan Tallo, memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi sirkular. Program ini ditargetkan mencapai 100 titik dalam waktu dekat.
Melinda Aksa, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, pada hari Sabtu, 20 Juni, meresmikan 50 titik urban farming di Kecamatan Tallo sebagai bagian dari program Ketahanan Pangan (Ketapang). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus menerapkan konsep ekonomi sirkular yang berkelanjutan di wilayah perkotaan Makassar.
Kegiatan peresmian tersebut tidak hanya menandai dimulainya puluhan lokasi pertanian perkotaan baru, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan produksi pangan. Melalui program ini, sampah organik yang selama ini menjadi masalah dapat diubah menjadi sumber daya berharga untuk pertanian.
Setelah peresmian, Melinda Aksa melanjutkan kegiatannya dengan meninjau langsung Pasar Tani di Kecamatan Tallo, yang menjajakan berbagai hasil nyata dari pertanian perkotaan yang dikembangkan oleh warga setempat. Kunjungan ini menunjukkan potensi besar urban farming dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi keluarga di Makassar.
Urban Farming: Solusi Ekonomi Sirkular dan Ketahanan Pangan
Melinda Aksa menegaskan bahwa urban farming merupakan contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan ketahanan pangan masyarakat. Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat diubah menjadi kompos, yang kemudian dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian.
Siklus ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi keluarga yang terlibat. “Siklus seperti inilah yang ingin terus kita bangun di Makassar,” ujar Melinda Aksa.
Dari 50 titik urban farming yang telah diresmikan, Pemerintah Kecamatan Tallo memiliki target ambisius untuk meningkatkan jumlah tersebut menjadi 100 titik dalam waktu dekat. Melinda Aksa juga menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan urban farming di Kecamatan Tallo yang terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Pasar Tani: Menggerakkan Ekonomi Lokal dan Lingkungan
Kunjungan Melinda Aksa ke Pasar Tani Kecamatan Tallo memperlihatkan beragam hasil pertanian dari urban farming masyarakat setempat. Berbagai aneka sayuran segar, tanaman produktif, serta hasil olahan masyarakat binaan dipamerkan dan dijual di geria-gerai pasar.
Melinda Aksa mengapresiasi semangat warga yang mampu mengembangkan pertanian perkotaan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi keluarga mereka. Menurutnya, pasar tani ini menjadi bukti bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berhenti pada pengelolaan sampah saja, melainkan juga merambah ke sektor ekonomi produktif.
Ketika sampah dapat diolah, lahan dapat dimanfaatkan, dan hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan ke seluruh wilayah Kota Makassar untuk memberikan dampak positif yang lebih luas.
Komitmen Pengembangan dan Inovasi Berkelanjutan
Camat Tallo, Andi Husni, menyampaikan komitmen penuhnya untuk terus memperluas program urban farming hingga mencapai 100 lokasi di wilayahnya. Upaya ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Kecamatan Tallo sebagai percontohan dalam pertanian perkotaan.
Saat ini, Andi Husni juga tengah mengembangkan konsep stan urban farming terintegrasi yang diharapkan dapat berfungsi ganda sebagai pusat edukasi dan pemasaran hasil pertanian warga. Konsep ini akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan akses pasar bagi para pelaku urban farming.
Pada kesempatan tersebut, Andi Husni juga mengungkapkan rencana strategis untuk menjadikan Jalan Ade Irma sebagai pusat Pasar Tani dan Pasar Murah mingguan. Area ini juga akan dioptimalkan sebagai kawasan olahraga dan Car Free Day, menciptakan ruang publik multifungsi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews