Makassar Genjot Urban Farming: Tekan Sampah, Perkuat Kemandirian Pangan Warga

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dorong akselerasi program urban farming di kelurahan. Program ini jadi solusi ganda menekan sampah dan perkuat kemandirian pangan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Makassar Genjot Urban Farming: Tekan Sampah, Perkuat Kemandirian Pangan Warga
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dorong akselerasi program urban farming di kelurahan. Program ini jadi solusi ganda menekan sampah dan perkuat kemandirian pangan warga. (AntaraNews)

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin baru-baru ini menginstruksikan Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) setempat untuk mengakselerasi program strategis berbasis urban farming di setiap kelurahan. Inisiatif ini bertujuan ganda, yaitu untuk menekan volume sampah kota sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Program ini dirancang sebagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan perkotaan.

Instruksi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan lahan sempit agar menjadi produktif melalui konsep pertanian perkotaan. Selain itu, program urban farming ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga terintegrasi secara menyeluruh dengan sistem pengelolaan sampah rumah tangga. Hal ini menciptakan pendekatan holistik terhadap masalah lingkungan dan ketahanan pangan.

Keterlibatan aktif dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, sangat diharapkan untuk menyukseskan program ini. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Makassar berupaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta kemandirian pangan di tengah dinamika perkotaan yang pesat.

Program urban farming di Makassar dirancang untuk mengatasi masalah sampah kota secara efektif. Sampah organik yang dihasilkan rumah tangga akan diolah menjadi kompos, yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan. Pendekatan ini menciptakan siklus tertutup yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Makassar tidak hanya menargetkan peningkatan ketersediaan pangan skala rumah tangga, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kesadaran ini meliputi pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Integrasi ini menjadi kunci keberhasilan program.

Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa urban farming diharapkan menjadi solusi ganda. Program ini dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan pada saat yang sama memperkuat kemandirian pangan warga. Ini adalah langkah maju dalam pembangunan kota yang lebih hijau dan mandiri.

Inisiatif urban farming ini secara khusus mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat, terutama melalui pemanfaatan lahan sempit. Konsep pertanian perkotaan memungkinkan warga untuk menanam kebutuhan pangan sendiri, meskipun dengan keterbatasan ruang. Ini adalah upaya konkret untuk berkontribusi pada ketahanan pangan.

Munafri Arifuddin menyatakan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk mencapai kemandirian pangan. Dengan pengetahuan yang tepat dan ketelatenan, masyarakat dapat mengubah area kecil menjadi sumber produksi pangan yang produktif. Hal ini membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari tantangan.

Program ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem pemenuhan gizi dan ekonomi lokal. Beberapa wilayah di Kota Makassar telah menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan program urban farming, bahkan mampu menciptakan ekosistem yang mandiri. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata potensi program.

Wali Kota Munafri Arifuddin mengimbau Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar dan pihak Kecamatan untuk membangun kemitraan strategis dengan sektor swasta. Kemitraan ini dapat diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan program berbasis masyarakat.

Melalui kemitraan dengan sektor swasta, diharapkan ada dukungan tambahan dalam hal pendanaan, teknologi, atau keahlian. Hal ini akan mempercepat implementasi dan perluasan program urban farming di seluruh kelurahan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta adalah kunci untuk dampak yang lebih besar.

Wali Kota Munafri Arifuddin juga menyoroti bahwa program urban farming yang telah dijalankan di Kota Makassar cukup sukses. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif, urban farming dapat memberikan manfaat nyata bagi kota dan warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi