Bangka Tengah Perkuat BPP Lubuk Besar Dorong Peningkatan Produksi Bawang Merah Lokal

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memperkuat peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuk Besar sebagai garda terdepan untuk menggenjot peningkatan produksi bawang merah lokal, guna menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bangka Tengah Perkuat BPP Lubuk Besar Dorong Peningkatan Produksi Bawang Merah Lokal
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memperkuat peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuk Besar sebagai garda terdepan untuk menggenjot peningkatan produksi bawang merah lokal, guna menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengambil langkah strategis dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi bawang merah lokal, sebuah komoditas yang memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas harga di daerah tersebut. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian ini.

Penguatan dilakukan melalui optimalisasi peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuk Besar. BPP ini ditetapkan sebagai garda terdepan dalam membina dan mendorong petani bawang merah. Kecamatan Lubuk Besar sendiri telah resmi ditetapkan sebagai sentra pengembangan bawang merah di Bangka Tengah, menjadikannya lokasi krusial untuk inisiatif ini.

Pernyataan Bupati Algafry Rahman ini disampaikan menanggapi kegiatan panen raya bawang merah yang baru saja berlangsung pekan lalu. Panen raya tersebut dilaksanakan di kebun percontohan milik BPP Kecamatan Lubuk Besar, menandakan keseriusan pemerintah dalam menggalakkan budidaya bawang merah di wilayahnya.

Optimalisasi Peran BPP dalam Budidaya Bawang Merah

BPP Kecamatan Lubuk Besar memiliki peran sentral sebagai pusat kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan. Sebagai sentra pengembangan bawang merah, BPP diharapkan dapat memberikan contoh praktik budidaya terbaik, mendorong semangat petani, serta memberikan pembinaan teknis secara berkelanjutan. Bupati Algafry Rahman menyatakan, “Lubuk Besar sudah kita tetapkan sebagai sentra bawang merah, maka peran BPP harus kita perkuat.”

Minat warga Lubuk Besar dalam membudidayakan bawang merah menunjukkan tren positif yang patut diapresiasi. Bupati menilai antusiasme ini perlu terus didorong agar produktivitas bawang merah semakin meningkat. Saat ini, produksi bawang merah di Bangka Tengah mencapai sekitar 75 ton per tahun, namun potensi peningkatannya masih sangat besar.

“Warga Lubuk Besar sudah mulai semangat menanam bawang merah, tentu harus kita dorong supaya mereka lebih giat lagi,” ujar Algafry. Peningkatan kapasitas BPP melalui penguatan sarana prasarana, kelembagaan, dan sumber daya manusia diharapkan dapat mendukung tercapainya target produksi yang lebih tinggi.

Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Daerah

Komoditas bawang merah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki pengaruh signifikan terhadap laju inflasi. Ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga di pasar. Selama ini, pasokan bawang merah di Bangka Tengah masih sangat bergantung pada daerah lain, seperti Nganjuk atau Brebes di Jawa.

Kondisi ini mengakibatkan harga bawang merah di pasaran sering kali tidak stabil. Bupati Algafry Rahman mengungkapkan bahwa saat ini harga bawang merah masih tergolong tinggi, yakni di atas Rp45.000 per kilogram. Ketergantungan ini tidak hanya membebani konsumen tetapi juga rentan terhadap gangguan distribusi dan pasokan dari luar daerah.

Oleh karena itu, peningkatan produksi lokal menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan ini. Jika produksi lokal tidak ditingkatkan, Bangka Tengah akan terus-menerus mendatangkan pasokan dari wilayah Jawa. Dengan memperkuat peran BPP dan mendorong petani, diharapkan Bangka Tengah dapat mencapai swasembada bawang merah, yang pada akhirnya akan menstabilkan harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi