Wali Kota Makassar Ajak Warga Manfaatkan Urban Farming untuk Ketahanan Pangan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong warganya untuk aktif dalam program urban farming guna memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menciptakan sumber penghasilan tambahan.
Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh warganya untuk memanfaatkan lahan yang terbatas secara optimal. Ajakan ini bertujuan agar lahan tersebut dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan tambahan melalui program pertanian perkotaan atau urban farming.
Munafri Arifuddin menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi urban farming di Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, pada Sabtu, 20 Juni. Ia mengungkapkan bahwa banyak program urban farming yang telah berhasil di berbagai tempat dan menjadi sumber pendapatan bagi warga yang mengelolanya dengan serius.
Pengembangan konsep pertanian perkotaan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Praktik budidaya tanaman dan pemeliharaan ternak di lingkungan perkotaan perlu terus didorong karena memberikan manfaat ekonomi serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Manfaat Ekonomi dan Ketahanan Pangan dari Urban Farming
Program urban farming yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Makassar memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan bahwa kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya mendukung kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Konsep pertanian perkotaan ini memungkinkan pemanfaatan lahan terbatas untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan. Mulai dari sayuran, buah-buahan, ikan, hingga ternak, semua dapat dibudidayakan di lingkungan rumah.
Dengan demikian, urban farming tidak hanya berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Makassar. Keberhasilan program ini bergantung pada keseriusan pengelolaan dan kemauan masyarakat untuk memulai.
Optimalisasi Lahan Terbatas dengan Kreativitas
Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa urban farming dapat dilakukan di berbagai lokasi yang kerap dianggap tidak produktif, seperti pekarangan rumah, halaman kosong, balkon, atap bangunan, hingga dinding sebagai media tanam vertikal. Keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk bercocok tanam.
Justru dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi sederhana, masyarakat dapat menghasilkan produk pangan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman seperti kangkung, bayam, cabai, dan tomat sangat cocok untuk ditanam di lingkungan rumah.
Kolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar juga menjadi kunci dalam pengembangan jenis tanaman yang sesuai dan penyediaan dukungan teknis. Hal ini memastikan bahwa masyarakat mendapatkan bimbingan yang tepat dalam praktik budidaya.
Target dan Dukungan Pemerintah Kota Makassar
Camat Tallo, Andi Husni, mengungkapkan bahwa Kecamatan Tallo saat ini menargetkan pengembangan sekitar 50 titik urban farming. Titik-titik ini akan tersebar di berbagai kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) akan terus mengawal dan memberikan stimulan berupa bibit, serta pendampingan teknologi pertanian vertikal. Dukungan ini bertujuan agar program urban farming dapat terus berwujud secara berkelanjutan di seluruh wilayah perkotaan Makassar.
Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Masyarakat tidak harus memiliki lahan yang luas untuk bisa menghasilkan kebutuhan pangan bagi keluarga mereka.
Sumber: AntaraNews