Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, baru-baru ini menyatakan apresiasinya terhadap keberhasilan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Program ini dinilai tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal. Munafri menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 di Makassar, Jumat.
Menurut Munafri, implementasi Program Makanan Bergizi Gratis melalui SPPG telah menciptakan efek ekonomi yang positif bagi masyarakat. Kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur MBG secara langsung diserap dari pasar-pasar tradisional. Hal ini secara efektif mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal, memberikan keuntungan langsung kepada para pedagang.
Kehadiran fasilitas SPPG, yang dikelola oleh Yayasan Wadah Merah Putih dari Wahdah Islamiyah, dianggap sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas gizi. Pemerintah Kota Makassar melihat program ini sebagai instrumen strategis yang mampu menjawab tantangan peningkatan kualitas gizi, pembangunan karakter anak, serta penguatan ekonomi kerakyatan secara bersamaan.
Advertisement
Advertisement
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan perannya yang vital dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Makassar. Wali Kota Munafri Arifuddin secara langsung menyaksikan bagaimana program ini menyerap bahan makanan pokok dari pasar lokal. Kondisi tersebut menciptakan efek domino positif bagi para pedagang dan produsen di daerah, meningkatkan daya beli dan aktivitas perdagangan.
Kebutuhan bahan pangan yang berkelanjutan untuk dapur operasional MBG menjadi motor penggerak perputaran ekonomi yang signifikan. Pasar-pasar tradisional di Makassar merasakan dampak langsung dari permintaan yang stabil ini, mulai dari sayuran segar, daging, hingga bumbu dapur. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pedagang, tetapi juga memperkuat rantai pasok lokal dan mengurangi ketergantungan pada distributor besar.
Munafri menekankan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam mendukung ekonomi kerakyatan dari hulu ke hilir. Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang. Investasi ini bertujuan untuk kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Advertisement
Apresiasi tinggi disampaikan atas hadirnya fasilitas SPPG yang dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. "Ini adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk memperhatikan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia," ujar Munafri, menegaskan komitmen pemerintah daerah.
Advertisement
Selain dampak ekonomi langsung, Program Makanan Bergizi Gratis juga selaras dengan prioritas Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat. Munafri Arifuddin menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan sempit melalui konsep urban farming. Konsep ini dapat mendukung ekosistem pemenuhan gizi hingga skala rumah tangga, memungkinkan masyarakat memproduksi sebagian kebutuhan pangan mereka sendiri.
Wali Kota Munafri juga mendorong adanya integrasi sektor peternakan untuk mendukung kebutuhan dapur MBG. Pengembangan peternakan ayam, misalnya, dapat menjadi solusi penyediaan telur secara berkelanjutan. Integrasi ini akan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar dan memperkuat ketahanan pangan lokal, menciptakan siklus ekonomi yang lebih mandiri.
Untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan, Munafri mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik. Pengelolaan SPPG yang profesional akan menjamin efisiensi dan efektivitas dalam distribusi makanan bergizi. Hal ini juga penting dalam menjaga kualitas bahan baku yang diserap dari pasar, memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews