Gubernur Sulsel Dukung Penuh Penertiban PKL Makassar Demi Tata Kota dan Ekonomi
Gubernur Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penertiban PKL Makassar yang dilakukan Pemerintah Kota, demi mewujudkan tata kota yang lebih baik dan menjaga geliat ekonomi daerah.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penataan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar. Pernyataan ini disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2027.
Dukungan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan teratur. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Andi Sudirman juga memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas inisiatif penertiban pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta PKL di berbagai titik strategis kota. Ini merupakan bagian dari upaya bersama menata wajah kota metropolitan.
Sinergi Penataan UMKM dan PKL di Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan kesiapannya untuk mendukung penuh upaya penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih tertata rapi bagi seluruh warganya.
Gubernur Andi Sudirman secara langsung mengapresiasi kerja keras Wali Kota Makassar dalam menertibkan area bahu jalan dan trotoar yang selama ini kerap digunakan oleh PKL. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam penataan UMKM agar mereka dapat beraktivitas tanpa mengganggu ketertiban umum.
Sebagai bentuk solusi, Andi Sudirman menyebutkan bahwa telah disiapkan lahan khusus untuk para pelaku UMKM. Hal ini menunjukkan pendekatan yang humanis dalam penertiban, di mana teguran berupa Surat Peringatan (SP1) diberikan sebagai langkah awal sebelum tindakan lebih lanjut.
Penataan ini dianggap penting untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar, namun dalam koridor yang tertib dan teratur. Dengan demikian, Makassar dapat terus berkembang sebagai pusat ekonomi tanpa mengorbankan estetika dan fungsi ruang publik.
Tantangan Lingkungan dan Peran Strategis Makassar
Selain fokus pada penertiban PKL Makassar, Gubernur Andi Sudirman juga menyoroti beberapa isu strategis pembangunan kota, terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Pengelolaan sampah dan penanganan banjir masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh Kota Makassar.
Andi Sudirman menekankan bahwa persoalan sampah di Makassar memerlukan perhatian serius, bahkan menjadi perhatian langsung dari Presiden RI. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota dalam mencari solusi terbaik untuk masalah lingkungan ini.
Makassar memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian daerah, dengan sekitar 30 persen perputaran ekonomi Sulawesi Selatan terpusat di kota ini. Oleh karena itu, pembangunan dan penataan Makassar tidak boleh diabaikan demi keberlangsungan ekonomi provinsi.
Penataan kawasan secara menyeluruh merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Ini juga bertujuan untuk memperbaiki citra Kota Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi utama di kawasan Indonesia Timur.
Sumber: AntaraNews