Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui seluruh unsur kecamatan, telah menyepakati kolaborasi strategis dengan Perumda Pasar Makassar. Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan penataan dan pengelolaan pasar secara komprehensif, demi menciptakan lingkungan pasar yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Langkah konkret dari sinergi ini terlihat dari kunjungan Camat Bontoala, Fataullah, bersama para lurah di wilayahnya ke kantor Perumda Pasar Makassar. Pertemuan ini secara khusus membahas upaya penataan pasar di Kecamatan Bontoala agar tampil lebih indah, ramah, dan tertib, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya dialog rutin sebagai kunci penyelesaian berbagai persoalan pasar. Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan Perumda Pasar diharapkan mampu menjaga ketertiban serta kenyamanan pasar sebagai ruang publik yang sehat dan manusiawi.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi antara Perumda Pasar Makassar dan pemerintah kecamatan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pasar tradisional yang modern dan terkelola dengan baik. Camat Bontoala, Fataullah, menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama erat dengan jajaran direksi Perumda Pasar Makassar sangat penting untuk menata wajah pasar. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang lebih nyaman dan tertib, mengingat pasar bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga ruang publik vital.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan melibatkan unsur kecamatan secara langsung, diharapkan implementasi program penataan dapat lebih efektif dan menyentuh kebutuhan di tingkat akar rumput. Perumda Pasar Makassar menyatakan kesiapannya untuk bersinergi penuh dalam memperbaiki tata kelola pasar di seluruh wilayah kota.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, berbagai aspek pengelolaan pasar, mulai dari penataan pedagang, kebersihan, hingga ketertiban ruang publik, dapat ditangani secara holistik. Dialog yang terbuka dan berkelanjutan akan memfasilitasi identifikasi masalah serta perumusan solusi yang tepat sasaran.
Advertisement
Advertisement
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian utama dalam pembahasan penataan pasar adalah pengelolaan sampah. Camat Bontoala mengungkapkan adanya keluhan dari lurah terkait tingginya produksi sampah di area pasar, yang memerlukan penanganan serius. Permasalahan sampah ini menjadi prioritas mengingat dampaknya terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar secara keseluruhan.
Dalam konteks retribusi, sebagian besar pedagang telah terakomodasi dalam skema pembayaran retribusi pasar yang inklusif, di mana layanan pengangkutan sampah sudah termasuk di dalamnya oleh Perumda Pasar Makassar. Namun, masih terdapat pedagang di luar area retribusi yang belum masuk dalam skema pembayaran tersebut, menciptakan ketidakadilan dalam pengelolaan sampah.
Untuk mengatasi masalah ini, akan dilakukan pendataan oleh lurah terhadap pedagang yang belum terdaftar dalam sistem retribusi. Kolaborasi ini sangat penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan adil dan berkelanjutan, memastikan bahwa semua pihak berkontribusi sesuai porsinya. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih merata dan bertanggung jawab.
Advertisement
Advertisement
Melalui sinergi yang kuat antara Perumda Pasar Makassar, pemerintah kecamatan, dan kelurahan, diharapkan penataan pasar serta pengelolaan sampah dapat berjalan lebih tertib dan berkeadilan. Tujuan akhirnya adalah menjadikan pasar tradisional sebagai ruang ekonomi yang sehat, nyaman, dan membanggakan bagi warga Kota Makassar. Penataan Pasar Makassar ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan komunitas.
Perumda Pasar Makassar berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pedagang serta pengunjung. Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota dan partisipasi aktif masyarakat, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga pusat interaksi sosial yang positif dan berkelanjutan.
Upaya ini adalah bagian dari visi Pemerintah Kota Makassar untuk menciptakan kota yang bersih, tertata, dan berdaya saing. Pasar yang terkelola dengan baik akan meningkatkan daya tarik ekonomi lokal dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi semua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews