Gubernur Khofifah dan Kapolri Ziarah Makam Bung Karno, Ingatkan Semangat Perjuangan Bangsa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Bung Karno, mengingatkan kembali pentingnya semangat perjuangan Bung Karno dalam membangun bangsa dan menghadapi tantangan masa kini.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Blitar pada Sabtu (21/6). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa besar Sang Proklamator dalam merebut kemerdekaan bangsa. Ziarah ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya semangat perjuangan yang tak lekang oleh waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah secara khusus menekankan bahwa ziarah ini adalah momentum penting bagi seluruh masyarakat. Ini untuk mengingat kembali semangat perjuangan dan nasionalisme yang telah diwariskan oleh Bung Karno. Beliau juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menambahkan bahwa rangkaian ziarah ini merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh Polri. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Tujuannya adalah untuk menyerap dan menggali nilai-nilai kepemimpinan para pendiri bangsa sebagai spirit dalam menjalankan tugas pengabdian.
Mengenang Jejak Sang Proklamator dan Relevansi Nilainya
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa setiap ziarah ke makam Bung Karno selalu menjadi pengingat bagi semua pihak. Kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendiri bangsa dengan pengorbanan yang luar biasa. Oleh karena itu, semangat persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air yang diwariskan Bung Karno harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Khofifah, nilai-nilai yang diwariskan oleh Bung Karno tetap sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini. Tantangan tersebut mencakup penguatan persatuan nasional, percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Selain itu, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga menjadi prioritas utama.
Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengajak generasi muda untuk senantiasa meneladani kepemimpinan dan semangat kebangsaan Bung Karno. Semangat ini diharapkan menjadi bekal yang kuat untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Beliau berharap para pemuda akan menjadi pemimpin pada berbagai sektor strategis dengan memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.
Spirit Perjuangan Polri dan Teladan Tokoh Bangsa
Selain berziarah ke makam Bung Karno, rombongan Gubernur Khofifah dan Kapolri juga melanjutkan perjalanan ke Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di lokasi bersejarah tersebut, mereka berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta makam Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari. Ziarah ini menunjukkan penghormatan terhadap para tokoh yang telah berjasa besar bagi bangsa dan negara.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa rangkaian ziarah ini merupakan bagian integral dari tradisi Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, ziarah tersebut menjadi sarana penting untuk menyerap dan menggali nilai-nilai perjuangan serta kepemimpinan para pendiri bangsa. Spirit ini sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Kapolri juga menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno, Gus Dur, dan KH Hasyim Asy’ari harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa. Bagi institusi Polri, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan moral yang fundamental. Kekuatan ini digunakan untuk terus mengawal stabilitas nasional, mendukung pembangunan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir bersama rombongan dalam kegiatan ziarah ini antara lain Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf Hasyim. Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang memimpin doa selama prosesi ziarah berlangsung dengan khidmat.
Sumber: AntaraNews