Trivia: Tahukah Anda? PA GMNI Sebut Ajaran Bung Karno Tetap Relevan di Era Modern!

Persatuan Alumni GMNI menegaskan bahwa Ajaran Bung Karno tetap relevan, menjadi inspirasi bangsa menghadapi berbagai tantangan zaman modern. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Tahukah Anda? PA GMNI Sebut Ajaran Bung Karno Tetap Relevan di Era Modern!
Persatuan Alumni GMNI menegaskan bahwa ajaran Bung Karno, proklamator bangsa, masih sangat relevan menghadapi tantangan zaman. Apa saja poin penting dari relevansi ajaran Bung Karno? (AntaraNews)

Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) baru-baru ini menegaskan bahwa ajaran yang disampaikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, masih sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang. Pernyataan ini disampaikan oleh para pengurus PA GMNI usai melaksanakan ziarah di makam Bung Karno yang berlokasi di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Ketua Dewan Kehormatan PA GMNI, Siswono Yudo Husodo, mengungkapkan rasa bangganya terhadap sosok Proklamator tersebut. Menurutnya, Bung Karno telah mempertaruhkan seluruh hidupnya, jiwa dan raganya, demi kemajuan serta keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Semangat dan ajarannya dinilai mampu menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, melainkan juga momen refleksi bagi para anggota PA GMNI. Mereka meyakini bahwa dari berbagai pengalaman dan pemikiran Bung Karno, banyak hal berharga yang dapat dipetik dan diaplikasikan dalam menghadapi dinamika kebangsaan saat ini.

Siswono Yudo Husodo, yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Universitas Pancasila, menekankan pentingnya menjaga semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno. Menurutnya, perjalanan suatu bangsa pasti akan mengalami pasang surut, sebagaimana yang terjadi di berbagai negara lain di dunia. Namun, yang terpenting adalah bagaimana semangat untuk terus maju dapat tetap menyala di tengah masyarakat.

Dengan memelihara semangat tersebut, Siswono meyakini bahwa Indonesia dapat menjadi negara yang maju, besar, dan kuat. Hal ini krusial untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat, cepat, dan penuh perubahan. Semangat ini juga diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di kancah internasional.

"Gantungkanlah cita-cita setinggi langit," kutip Siswono, mengulang ajaran populer Bung Karno. Ia menambahkan bahwa ajaran tersebut merupakan sebuah motivasi agar bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan terus berupaya mencapai kemajuan. Dengan demikian, Indonesia akan semakin dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Lebih lanjut, Siswono juga menyoroti semangat juang Bung Karno yang patut ditiru oleh generasi muda. Ia mencontohkan bagaimana Bung Karno berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak negara, khususnya di Afrika, untuk meraih kemerdekaan mereka. Ini menunjukkan visi dan misi besar Bung Karno dalam membangun solidaritas antar bangsa.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Abdy Yuhana, turut memperkuat pandangan mengenai relevansi ajaran Bung Karno. Menurutnya, ajaran-ajaran tersebut, terutama yang berkaitan dengan keteguhan terhadap asas Pancasila dan asas Perjuangan Trisakti, masih sangat relevan dan mendesak untuk diterapkan dalam konteks kebangsaan saat ini.

Abdy menjelaskan bahwa Bung Karno selalu menekankan pentingnya berpegang teguh pada ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Selain itu, konsep Trisakti yang meliputi berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, juga menjadi pedoman perjuangan yang tidak lekang oleh waktu. Kedua asas ini merupakan fondasi kokoh bagi kemajuan bangsa.

Selain itu, Abdy juga menyoroti pesan Bung Karno tentang "ambeg paramartha". Pesan ini mengandung makna memiliki sifat yang utama atau mengedepankan kebijaksanaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan. Menurut Abdy, prinsip ini memiliki relevansi yang sangat tinggi dalam menghadapi kompleksitas tantangan di era kontemporer.

PA GMNI juga menyoroti pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman yang dapat menyebabkan perpecahan. Siswono Yudo Husodo secara tegas menyatakan bahwa berbagai hal yang merugikan, seperti korupsi, separatisme di Papua, dan dinamika sosial lainnya, harus diatasi agar negara ini tetap utuh dan kuat. Ia tidak ingin Indonesia menjadi tercerai berai akibat permasalahan internal.

Meskipun kemajuan bangsa mengalami pasang surut, Siswono optimis bahwa Indonesia akan terus bergerak maju. "Sepanjang kita sadari, kita perhatikan yakin bangsa ini menjadi bangsa yang makin maju dihormati bangsa lain," ujarnya. Kesadaran kolektif dan perhatian terhadap nilai-nilai luhur bangsa menjadi kunci utama dalam mencapai kemajuan tersebut. Kegiatan ziarah ini sendiri diikuti oleh jajaran pengurus GMNI dari tingkat pusat hingga daerah, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi