Pramono Anung Harap Pemadaman Listrik Jakarta Tak Terulang, Soroti Dampak ke MRT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyuarakan harapannya agar kejadian pemadaman listrik Jakarta yang sempat mengganggu operasional MRT tidak terulang, mengingat pentingnya energi listrik bagi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyuarakan harapannya agar insiden pemadaman listrik yang melanda ibu kota tidak terulang kembali. Kejadian pada Kamis (9/4) lalu sempat mengganggu berbagai sektor vital di Jakarta, termasuk layanan transportasi publik. Ia menekankan pentingnya pasokan listrik yang stabil untuk keberlangsungan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Pramono Anung menyoroti bahwa pemadaman ini sepenuhnya menjadi kewenangan PLN, namun dampaknya terasa luas. “Jadi, pemadaman ini kan sepenuhnya menjadi kewenangan PLN, tapi dampaknya kepada kami, salah satunya MRT, LRT juga terkena. Tentunya, kami mengharapkan ini jangan terulang kembali,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Jumat. Oleh karena itu, harapan besar disematkan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Gangguan listrik ini dilaporkan terjadi di beberapa titik di Jakarta, termasuk wilayah Angke dan sekitarnya pada Kamis (9/4) kemarin. Insiden ini menyebabkan terhentinya pasokan listrik sementara waktu di area terdampak. PLN bergerak cepat mengerahkan petugas untuk melakukan penormalan sistem kelistrikan.
Dampak Pemadaman Listrik terhadap Layanan Publik
Pemadaman listrik pada Kamis sore pukul 17.57 WIB secara signifikan mengganggu operasional MRT Jakarta. Gangguan operasional ini disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW) yang mengakibatkan sebagian fasilitas stasiun, seperti penerangan, elevator, eskalator, dan beberapa fasilitas lainnya mengalami gangguan. Hal ini tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jasa transportasi publik.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa seluruh stasiun layang (elevated) sempat mengalami kondisi pemadaman listrik total (blackout), namun sudah dinormalkan kembali. Kondisi ini menunjukkan betapa vitalnya pasokan listrik yang stabil bagi operasional infrastruktur modern.
MRT Jakarta segera melakukan langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan dapat kembali berjalan normal. Prioritas utama adalah mengembalikan kelancaran mobilitas warga Jakarta yang sangat bergantung pada layanan MRT.
Tanggapan PLN dan Upaya Pemulihan Sistem
PLN mengatakan gangguan itu bersumber dari sistem di sejumlah Gardu Induk, yang menyebabkan pasokan listrik terhenti sementara di wilayah terdampak. Gangguan teknis ini menjadi penyebab utama insiden pemadaman listrik Jakarta yang meluas. Pihak PLN langsung merespons dengan sigap untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PLN langsung bergerak cepat melakukan penormalan dengan mengerahkan petugas di lapangan. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap guna memastikan sistem kelistrikan kembali stabil dan aman sebelum dialirkan ke pelanggan. Kecepatan respons ini penting untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.
Meskipun demikian, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keandalan infrastruktur kelistrikan di ibu kota. Masyarakat menaruh harapan besar pada PLN agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Upaya berkelanjutan dalam pemeliharaan dan peningkatan sistem diharapkan dapat mencegah gangguan listrik Jakarta di kemudian hari.
Sumber: AntaraNews