Polresta Mataram Periksa 12 Saksi Kasus Kematian Mahasiswi Mataram NDR
Polresta Mataram intensifkan penyelidikan kasus kematian mahasiswi NDR di indekosnya, memeriksa 12 saksi dan mengerahkan anjing pelacak. Apa penyebab Kematian Mahasiswi Mataram ini?
Polresta Mataram terus mendalami penyebab kematian seorang mahasiswi berinisial NDR yang ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya di wilayah Gomong, Mataram. Penyelidikan intensif ini melibatkan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tragis tersebut.
Korban, yang diketahui berasal dari Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh sepupunya bersama seorang rekan pada Minggu malam (17/5). Penemuan ini memicu serangkaian tindakan kepolisian guna mencari kejelasan atas insiden tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa belasan saksi dan mengumpulkan berbagai barang bukti dari lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan untuk merangkai kronologi lengkap dan menentukan penyebab pasti Kematian Mahasiswi Mataram tersebut.
Perkembangan Penyelidikan Polresta Mataram
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa 12 saksi terkait kasus kematian mahasiswi NDR. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian korban.
Identitas para saksi belum dapat diungkapkan kepada publik demi menjaga kelancaran dan objektivitas proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap pengumpulan informasi dan bukti-bukti penting.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga tengah fokus mendalami keterkaitan barang bukti yang ditemukan di kamar indekos korban. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian turut menjadi perhatian utama untuk mendapatkan petunjuk tambahan dalam kasus Kematian Mahasiswi Mataram ini.
Pengerahan Tim K9 dan Kronologi Penemuan
Dalam upaya mempercepat penyelidikan, Polresta Mataram meminta bantuan Tim K9 Samapta Polda NTB dengan mengerahkan anjing pelacak ke lokasi kejadian. Pengerahan anjing pelacak diharapkan dapat menemukan petunjuk tambahan yang mungkin terlewatkan dalam pemeriksaan awal.
AKP I Made Dharma Yulia Putra menyatakan harapannya agar pengerahan tim K9 ini segera membuahkan hasil signifikan dalam mengungkap misteri kematian NDR. Setiap upaya dilakukan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
NDR ditemukan dalam kondisi terlentang dan kaku di dalam kamar indekosnya, dengan posisi pintu terkunci dari dalam. Penemuan ini dilakukan oleh sepupu korban bersama seorang rekan yang baru tiba dari Jakarta pada Minggu malam (17/5), yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Sumber: AntaraNews