Pemkot Mataram Siapkan Pengamanan Lalu Lintas Ketat Sambut Lebaran Topat 2026
Pemerintah Kota Mataram telah memetakan titik rawan kemacetan dan menyiapkan strategi Pengamanan Lalu Lintas Lebaran Topat 2026, termasuk larangan kendaraan bak terbuka mengangkut penumpang.
Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah mengambil langkah antisipatif menjelang perayaan Lebaran Topat atau Lebaran Ketupat yang jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pemetaan titik-titik krusial dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di tengah potensi lonjakan wisatawan. Otoritas setempat berupaya keras mengelola kepadatan kendaraan demi kenyamanan masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Ari Rahman, menjelaskan bahwa beberapa lokasi telah diidentifikasi sebagai pusat kepadatan. Lokasi ini meliputi Bundaran Mataram Metro dan Simpang Tiga Rembiga, yang menjadi jalur utama pergerakan warga. Persiapan matang ini diharapkan dapat mencegah kemacetan parah selama perayaan.
Selain itu, pengamanan tidak hanya berfokus pada area Kota Mataram saja, tetapi juga meluas ke wilayah Lombok Barat. Terutama di akses menuju kawasan wisata populer seperti Senggigi dan Batu Layar. Hal ini dilakukan mengingat tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke pantai setelah tradisi ziarah makam.
Titik Krusial dan Strategi Pengalihan Arus Lalu Lintas
Dinas Perhubungan Kota Mataram telah mengidentifikasi sejumlah titik yang diprediksi akan mengalami kepadatan lalu lintas signifikan saat Lebaran Topat. Titik-titik tersebut meliputi Bundaran Mataram Metro, Simpang Tiga Rembiga, Simpang Tiga Kebon Roek, Kawasan Loang Baloq, dan Bintaro. Kawasan wisata populer seperti Loang Baloq dan Bintaro juga menjadi perhatian utama.
Untuk mengantisipasi kemacetan total, arus lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut akan dialihkan secara situasional. Pengalihan ini bertujuan untuk memastikan pergerakan kendaraan tetap lancar, terutama mengingat banyaknya masyarakat yang akan tumpah ruah berwisata. Koordinasi intensif dilakukan untuk implementasi strategi ini.
Pengamanan ketat juga diperluas hingga ke wilayah Lombok Barat, khususnya di jalur menuju destinasi wisata Senggigi dan Batu Layar. Area ini dikenal sebagai magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah selama momen liburan. Petugas akan berjaga di sepanjang rute-rute strategis tersebut.
Langkah ini diambil mengingat tradisi masyarakat yang merayakan Lebaran Topat dengan berziarah ke makam tokoh-tokoh penting, kemudian dilanjutkan dengan rekreasi ke pantai. Oleh karena itu, Pemkot Mataram berupaya maksimal untuk menjaga kelancaran dan ketertiban.
Pembatasan Angkutan Barang dan Pengerahan Personel Gabungan
Sebagai bagian dari strategi pengamanan, tim gabungan yang terdiri dari Dishub Kota Mataram, Polresta Mataram, dan instansi terkait lainnya telah menggelar rapat koordinasi. Rapat ini, yang berlangsung pada Kamis (26/3) siang, membahas detail rencana pengamanan lalu lintas. Fokus utama adalah memastikan kelancaran arus dan keselamatan pengguna jalan.
Salah satu keputusan penting dari rapat tersebut adalah pembatasan ketat terhadap kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang. Kendaraan angkutan barang seperti mobil pick-up yang digunakan untuk mengangkut orang tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Kota Mataram. Langkah ini diambil demi mengurangi potensi kecelakaan selama perayaan Lebaran Topat.
Penyekatan akan dilakukan di seluruh titik masuk Kota Mataram untuk mencegah kendaraan bak terbuka yang membawa penumpang. Petugas akan mengarahkan kendaraan tersebut agar tidak memasuki area padat. Ini merupakan upaya serius pemerintah untuk menjaga keselamatan masyarakat yang merayakan.
Total 940 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal perayaan Lebaran Topat tahun ini. Kekuatan ini melibatkan Polresta Mataram yang didukung oleh Polda NTB, Brimob, Basarnas, Dishub, serta Satpol PP dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Dari Dishub sendiri, 40 personel Bidang Dalops akan berjaga dari pukul 06.00 hingga 20.00 WITA.
Imbauan Keselamatan dan Pengawasan Lalu Lintas
Masyarakat yang berencana merayakan Lebaran Topat di kolam renang atau pantai diimbau untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Kepatuhan terhadap rambu-rambu dan arahan petugas sangat penting demi keselamatan bersama. Kesadaran berlalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban.
Meskipun kendaraan roda dua tetap diberikan akses masuk ke lokasi keramaian, pengawasan ketat akan terus dilakukan. Petugas akan memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah pelanggaran yang dapat membahayakan. Setiap pengendara diharapkan dapat berkendara dengan tertib dan hati-hati.
Fokus petugas adalah menjaga kelancaran arus dan meminimalkan risiko kecelakaan, terutama di area yang ramai pengunjung. Kehadiran personel gabungan di berbagai titik strategis diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Pengamanan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan perayaan Lebaran Topat 2026 di Mataram dapat berjalan lancar. Seluruh pihak diharapkan dapat menikmati momen kebersamaan ini dengan aman dan nyaman.
Sumber: AntaraNews