Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah proaktif untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan warga yang merayakan libur Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat. Pengamanan ekstra ini difokuskan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebuah destinasi populer yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan selama periode liburan.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, menjelaskan bahwa momen perayaan Idul Fitri dan Lebaran Topat selalu identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat secara drastis. Peningkatan ini terjadi baik untuk keperluan silaturahmi keluarga yang tersebar di berbagai daerah maupun untuk berwisata ke berbagai destinasi menarik yang ada.
Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan orang-orang terdekat. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di segala situasi serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran aktivitas liburan mereka.
Advertisement
Advertisement
AKBP Eko Yusmiarto secara khusus mengingatkan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi liburan, terutama yang melibatkan aktivitas di air. Bagi mereka yang memilih pantai, sungai, dan kolam renang sebagai tujuan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan untuk menghindari potensi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
Pengunjung diimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca terkini sebelum dan saat beraktivitas di lokasi wisata, mengingat cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, penting juga untuk memahami karakteristik arus air serta mematuhi rambu peringatan yang terpasang di setiap area berisiko. Arahan dari petugas di lapangan harus diikuti dengan seksama demi keamanan pribadi dan rombongan.
Peran orang tua sangat krusial dalam menjaga keselamatan anak-anak mereka selama liburan. Pengawasan ketat terhadap anak-anak di area wisata sangat ditekankan, khususnya di tempat ramai atau dekat air, untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan selama libur Lebaran Topat yang penuh kegembiraan.
Advertisement
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko tinggi, seperti berenang di area terlarang atau melanggar batas aman. Penggunaan perlengkapan keselamatan yang telah disediakan oleh pengelola tempat wisata, seperti pelampung atau jaket keselamatan, menjadi hal yang wajib demi keamanan bersama.
Advertisement
Tidak hanya kepada masyarakat, Kapolres juga mengingatkan para pengelola tempat wisata mengenai tanggung jawab besar mereka. Pengelola diwajibkan untuk memastikan aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama selama periode libur Lebaran Topat yang padat.
Pengelolaan tempat wisata diharapkan mampu mengatur kapasitas pengunjung secara efektif guna menghindari kepadatan berlebih yang dapat menimbulkan risiko. Selain itu, penyediaan sarana dan prasarana keselamatan yang memadai dan berfungsi dengan baik juga menjadi keharusan, termasuk jalur evakuasi yang jelas.
Sangat penting bagi pengelola untuk menyiapkan petugas pengamanan yang terlatih dan responsif, serta tim pertolongan pertama yang siaga di lokasi wisata. Keberadaan tim ini sangat vital untuk penanganan cepat jika terjadi keadaan darurat atau kecelakaan.
Advertisement
Kapolres menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang diemban oleh pengelola, petugas keamanan, dan seluruh masyarakat. Dengan adanya sinergi yang kuat dan koordinasi yang baik dari semua pihak, diharapkan seluruh rangkaian aktivitas libur Lebaran Topat, termasuk kegiatan wisata dan arus balik, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti.
Sumber: AntaraNews