Rekayasa Lalu Lintas Lamongan Diterapkan Antisipasi Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026

Polres Lamongan mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk Pasar Babat, untuk kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Simak strategi pengamanan selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rekayasa Lalu Lintas Lamongan Diterapkan Antisipasi Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026
Polres Lamongan mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk Pasar Babat, untuk kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Simak strategi pengamanan selengkapnya! (AntaraNews)

Kepolisian Resor (Polres) Lamongan telah memulai langkah antisipatif dengan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah area strategis. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi potensi kepadatan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026.

Pengaturan lalu lintas ini merupakan bagian integral dari Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar secara serentak di Jawa Timur. Fokus utama rekayasa berada di kawasan Pasar Babat, salah satu titik rawan kemacetan di wilayah Lamongan.

Kasatgas Kamseltibcar Lantas Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan. Hal ini juga untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.

Polres Lamongan secara khusus memfokuskan pengaturan arus kendaraan di beberapa lokasi yang diidentifikasi sebagai titik rawan kepadatan. Salah satu area krusial adalah Simpang Tiga Tugu Wingko Babat, yang dikenal sebagai jalur padat.

Selain itu, kawasan Pasar Babat juga menjadi prioritas utama dalam skema rekayasa lalu lintas ini. Pasar Babat merupakan pusat aktivitas masyarakat yang seringkali menyebabkan penumpukan kendaraan.

AKP I Made Jata Wiranegara menekankan bahwa pengaturan ini merupakan komitmen Polri untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar. Langkah ini diambil selama periode Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026.

Personel di lapangan bertugas untuk mengatur arus kendaraan, melakukan patroli rutin, serta memasang pembatas jalan. Tindakan ini bertujuan efektif mencegah penumpukan kendaraan di sekitar area pasar.

Dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, petugas tidak hanya berfokus pada rekayasa fisik lalu lintas. Mereka juga secara aktif memberikan imbauan penting kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Imbauan tersebut mencakup kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan bersama selama perjalanan mudik. Kesadaran pengguna jalan sangat vital untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman.

Kegiatan pengaturan dan patroli lalu lintas ini telah dimulai sejak pukul 10.00 WIB pada Minggu, 15 Maret 2026. Titik awal pelaksanaannya adalah dari Pos Pengamanan Pasar Babat.

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah area-area yang memiliki potensi tinggi mengalami kepadatan kendaraan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan sebelum terjadi.

Berdasarkan hasil pemantauan terkini di lapangan, arus lalu lintas di sekitar Pasar Babat terpantau relatif lancar. Situasi keamanan di area tersebut juga tetap terkendali, menunjukkan efektivitas awal dari rekayasa lalu lintas.

Polres Lamongan telah menyiagakan ratusan personel gabungan yang akan disebar di berbagai titik strategis. Penempatan personel ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan mobilitas masyarakat.

Kesiapan personel gabungan ini menjadi kunci dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan menjelang momentum mudik Lebaran. Mereka bertugas menjaga ketertiban dan memberikan bantuan jika diperlukan.

Langkah-langkah komprehensif ini menegaskan komitmen Polres Lamongan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga. Terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi