Polres Karawang Evakuasi ODGJ dari Lokasi Banjir Setinggi Dua Meter
Tim gabungan Polairud Polres Karawang dan tenaga kesehatan berhasil mengevakuasi seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari kepungan banjir di Karawang, memastikan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.
Tim gabungan dari Polairud Polres Karawang dan tenaga kesehatan bergerak cepat mengevakuasi seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari kepungan banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (21/2). Ketinggian air yang mencapai sekitar dua meter di beberapa titik membuat kondisi ini sangat berisiko bagi keselamatan warga terdampak.
Proses evakuasi dilakukan secara humanis dan persuasif, mengingat kondisi air yang cukup tinggi di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur. Petugas mengutamakan keselamatan jiwa dalam setiap langkah penanganan bencana ini, terutama bagi kelompok rentan.
Warga yang berhasil dievakuasi tersebut kemudian langsung dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan serta pengawasan lebih lanjut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan oleh banjir yang terus meluas di wilayah tersebut.
Prioritas Evakuasi di Tengah Banjir Karawang
"Evakuasi warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur masih terus dilakukan," ujar Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan di Karawang, Sabtu. Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap proses evakuasi yang berlangsung.
Kondisi genangan air yang mencapai sekitar dua meter di Dusun Pangasinan menempatkan warga dalam situasi berisiko tinggi. Oleh karena itu, personel Satpolairud bersama tim nakes segera melakukan pendekatan untuk mengevakuasi individu yang membutuhkan bantuan mendesak.
"Personel Satpolairud bersama tim nakes segera melakukan pendekatan dan mengevakuasi yang bersangkutan dari lokasi banjir untuk menghindari potensi korban," tambah Ipda Cep Wildan. Upaya ini mencerminkan komitmen aparat dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam.
Penanganan Khusus untuk Warga ODGJ
Dalam operasi penyelamatan pada Sabtu tersebut, petugas gabungan secara khusus mengevakuasi seorang warga yang mengalami gangguan jiwa. Evakuasi ini merupakan bagian dari langkah antisipasi terhadap risiko yang dapat timbul akibat kondisi banjir yang terus meningkat.
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi genangan, warga ODGJ tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor, untuk mendapatkan penanganan medis dan pengawasan lebih lanjut. Pemindahan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesehatan warga yang bersangkutan.
Langkah proaktif ini menunjukkan kepedulian terhadap kelompok rentan yang mungkin kesulitan menyelamatkan diri sendiri di tengah bencana. Penanganan yang tepat dan cepat sangat krusial untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Dampak Banjir dan Imbauan Kewaspadaan
Selain evakuasi warga ODGJ, tim SAR gabungan juga terus melakukan penyelamatan terhadap warga terdampak lainnya di Karawang. Data menunjukkan bahwa total 218 rumah dan sekitar 910 jiwa terdampak oleh banjir yang melanda wilayah tersebut.
Petugas mengutamakan evakuasi warga sakit, lansia, dan anak-anak, yang merupakan kelompok paling rentan terhadap bahaya banjir. Koordinasi juga dilakukan untuk pemadaman aliran listrik di wilayah terdampak guna mencegah risiko bahaya korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Ipda Cep Wildan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap peningkatan debit air dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Polres Karawang menegaskan kesiagaan penuh personelnya untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Sumber: AntaraNews