Petugas Gulkarmat Evakuasi Ibu Hamil dan Balita Saat Banjir Duri Kosambi Melanda Jakarta Barat

Kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dilanda banjir setinggi satu meter. Petugas Gulkarmat sigap melakukan evakuasi banjir Duri Kosambi, menyelamatkan ibu hamil dan balita dari genangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Petugas Gulkarmat Evakuasi Ibu Hamil dan Balita Saat Banjir Duri Kosambi Melanda Jakarta Barat
Kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dilanda banjir setinggi satu meter. Petugas Gulkarmat sigap melakukan evakuasi banjir Duri Kosambi, menyelamatkan ibu hamil dan balita dari genangan. (AntaraNews)

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat melakukan evakuasi kelompok rentan pada Jumat. Mereka mengevakuasi ibu hamil, balita, dan lansia dari permukiman warga di Duri Kosambi, Cengkareng. Kawasan tersebut dilanda banjir setinggi satu meter.

Evakuasi ini terjadi di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Petugas menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Tindakan cepat ini diambil karena ketinggian air terus meningkat.

Seorang ibu muda bernama Nisa (30) bersama balitanya menjadi salah satu yang dievakuasi menggunakan perahu karet. Petugas Gulkarmat dari Pos Taman Palem, Cengkareng, berjibaku mendorong perahu. Mereka melawan arus air yang telah mencapai pinggang orang dewasa.

Kondisi Banjir dan Proses Evakuasi Kelompok Rentan

Genangan banjir di Duri Kosambi mencapai satu meter, membuat akses warga menjadi sangat sulit. Warna air yang coklat pekat menunjukkan kondisi yang tidak aman bagi warga. Banyak rumah terendam sehingga membahayakan penghuninya. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang.

Petugas Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan perahu karet untuk mempercepat proses evakuasi. Perahu tersebut menjadi satu-satunya alat transportasi yang efektif di tengah genangan. Mereka memprioritaskan keselamatan kelompok rentan.

Tiga orang petugas pemadam kebakaran bekerja keras mendorong dan menarik perahu karet. Mereka harus berjuang melawan arus air yang cukup deras di lokasi banjir. Upaya ini memastikan warga yang dievakuasi dapat mencapai tempat aman.

Kekhawatiran Warga dan Keputusan Mengungsi

Nisa, ibu berusia 30 tahun yang dievakuasi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi anaknya yang masih balita. Ia awalnya ingin bertahan di rumah. Namun, ketinggian air terus naik sejak pagi hari. Hal ini mendorongnya untuk segera mencari tempat yang lebih aman.

Keputusan Nisa untuk mengungsi didasari oleh rasa takut air akan semakin dalam dan menyulitkan mereka keluar. Ia juga khawatir akan pemadaman listrik dan kesulitan mendapatkan air bersih jika tetap bertahan. Kondisi ini sangat berisiko bagi balitanya.

“Tadinya mau di rumah saja dulu. Tapi airnya naik terus dari pagi. Takutnya nanti malah makin dalam dan susah keluar, kasihan anak,” ujar Nisa. “Mau mengungsi ke Semanan, enggak banjir. Kalau sayanya sih aman, tapi anak saya nya kasihan,” tambahnya.

Nisa berencana mengungsi ke rumah kakaknya di Semanan, sebuah area yang tidak terdampak banjir. Ia sempat mempertimbangkan berjalan kaki menerobos banjir bersama suaminya. Namun, demi keamanan sang anak, ia memilih menunggu bantuan perahu karet. “Ngeri kalau jalan kaki. Airnya sudah sepinggang, menunggu saja, ternyata benar ada Damkar bawa perahu,” kata dia.

Harapan Warga Terdampak Banjir di Duri Kosambi

Dengan tas ransel berisi pakaian ganti dan perlengkapan bayi seadanya, Nisa berharap banjir segera surut. Ia sangat berharap permasalahan banjir yang berulang di Jakarta dapat segera terselesaikan. Banyak warga lain juga merasakan hal yang sama.

Banjir yang sering melanda kawasan Jakarta, termasuk Duri Kosambi, menimbulkan penderitaan bagi banyak keluarga. Terutama anak-anak kecil yang menjadi kelompok paling rentan. Mereka membutuhkan lingkungan yang aman dan bersih.

Warga terdampak sangat mengharapkan solusi jangka panjang dari pemerintah. Penanganan banjir yang komprehensif sangat dibutuhkan. Ini untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi